UNIBA Madura Presentasikan Pemanfaatan Kotoran Hewan, Biokompos, dan Pupuk Organik Cair di BRIDA Sumenep

1 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) melakukan presentasi dan obrolan mengenai pemanfaatan kotoran hewan menjadi produk nan lebih berbobot guna, khususnya melalui pengembangan biokompos sebagai aktivator dan pupuk organik cair (POC) di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris BRIDA Sumenep, perwakilan Dinas Pertanian, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta jejeran staf BRIDA Sumenep. Turut datang Kepala BRIDA, Bapak Bintoro, nan ikut memberikan perhatian terhadap pengembangan penemuan dan pemanfaatan sumber daya lokal di Kabupaten Sumenep.

Dari UNIBA Madura, aktivitas diikuti oleh sejumlah narasumber tim UNIBA Madura, Bapak Dr. (C) Budyi Suswanto, MT, Dr. Bambang Sugiyono Agus Purwono, MSc, Ibu Novi Wahyuningtyas, MT, Ibu Siti Umyana, MM, Bapak Alief, SKom, Bapak Ir. Awiyanto, MM, dan Bapak Deni.

Budyi Suswanto memaparkan bahwa potensi kotoran hewan nan selama ini sering dianggap sebagai limbah untuk diolah menjadi bahan nan berfaedah bagi sektor pertanian. Pengolahan tersebut diarahkan untuk menghasilkan biokompos dan pupuk organik cair nan dapat mendukung peningkatan kualitas tanah sekaligus mengurangi persoalan lingkungan akibat limbah peternakan.

Bambang SAP memaparkan bahwa pemanfaatan limbah organik tersebut dinilai mempunyai potensi strategis bagi Sumenep, mengingat sektor pertanian dan peternakan merupakan bagian krusial dari aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan penemuan dan teknologi tepat guna, limbah peternakan (kohe) dapat diubah menjadi produk nan mempunyai nilai tambah sekaligus mendukung konsep pertanian nan lebih berkelanjutan.

Madura FM

*Bahas Perizinan dan Pengembangan Demo Plot*

Salah satu pembahasan krusial dalam aktivitas tersebut adalah mengenai izin edar pupuk organik. Peserta obrolan menilai bahwa aspek legalitas dan standar mutu menjadi bagian krusial andaikan produk hasil penemuan bakal dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat.

Novi memaparkan, selain proses produksi pupuk organik, muncul pendapat untuk melakukan demo plot (demplot) sebagai tahap pengetesan dan pembuktian faedah produk secara langsung di lapangan. Demplot diharapkan dapat menjadi sarana untuk memandang efektivitas penggunaan biokompos dan pupuk organik cair terhadap tanaman, sekaligus menjadi media edukasi bagi petani dan masyarakat. Dan tentunya semua aktivitas itu kudu menghasilkan uang, penemuan nan sukses haruslah menghasilkan uang, tambah Umyana.

Diskusi juga berkembang pada kesempatan kerjasama antara BRIDA Sumenep dan UNIBA Madura. Awiyanto memberikan saran untuk melakukan kerjasama tersebut diharapkan tidak berakhir pada aktivitas presentasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui riset, pengembangan produk, pengetesan lapangan, pendampingan masyarakat, hingga hilirisasi hasil inovasi. Inovasi nan lain adalah monitoring dengan memanfaatkan IoT (Internet of Things) sambung Alief nan konsentrasi di teknologi IoT.

Kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah wilayah dinilai krusial untuk mempertemukan kekuatan riset dan penemuan dari perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat serta kebijakan pembangunan daerah.

Mendorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengembangan penemuan nan berbasis pada potensi lokal Sumenep. Pemanfaatan kotoran hewan sebagai bahan baku pupuk organik diharapkan bisa memberikan faedah ganda, ialah mengurangi limbah, meningkatkan nilai ekonomi sumber daya lokal, dan mendukung sektor pertanian.

UNIBA Madura berbareng BRIDA Sumenep diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan kerjasama dalam mengembangkan beragam penemuan nan aplikatif dan memberikan akibat nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, perangkat wilayah terkait, dan masyarakat, hasil riset dan penemuan diharapkan dapat terus dikembangkan dari tahap penelitian menuju penerapan dan pemanfaatan secara nyata di lapangan. (*)

Selengkapnya