Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Pamekasan Mengerucut ke Desa Jambringin

1 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | Pemetaan calon letak pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Pamekasan semakin mengerucut. Dari empat letak nan masuk kriteria, lahan di Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, menjadi salah satu letak nan dinilai paling potensial untuk ditetapkan sebagai letak pembangunan SR.

Namun, penetapan letak tersebut tetap menunggu penyelesaian persoalan akses jalan. Lebar jalan menuju lahan dinilai belum memenuhi ketentuan nan dipersyaratkan.

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Lukman Hakim, mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan lahan induk nan berada di Desa Jambringin tidak mempunyai persoalan. Hanya saja, akses menuju letak tetap menjadi catatan lantaran lebarnya belum mencapai enam meter sehingga diperlukan pelebaran.

“Lahan induknya tidak ada masalah. Hanya akses jalan nan ada catatan, minimal enam meter. Tapi di sana empat meter. Tapi letak ini belum dipastikan juga, nyaris mendekati,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Menurut Lukman, persoalan akses jalan itu menjadi salah satu perihal nan perlu diselesaikan sebelum letak ditetapkan secara resmi sebagai lahan pembangunan SR.

Madura FM

Sementara itu, Kepala Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, Nurul, menyampaikan bahwa masyarakat setempat mendukung rencana pembangunan SR tersebut. Bahkan, sosialisasi mengenai rencana pelebaran akses jalan telah dilakukan kepada penduduk nan terdampak.

“Masyarakat mendukung program tersebut. Sekitar 49 orang nan terdampak,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Pamekasan telah mengusulkan empat calon letak pembangunan Sekolah Rakyat. Selain Desa Jambringin, letak nan diajukan ialah Desa Bicorong, Kecamatan Pakong; Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan; serta Desa Rangpenang Dejeh, Kecamatan Proppo.

Dari sejumlah letak tersebut, proses pemetaan dan pengecekan tetap terus dilakukan untuk menentukan lahan nan paling memenuhi persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat. (nur/zul)

Selengkapnya