Sumbang PAD Terbesar, DPRD Pamekasan Minta Disporapar Prioritaskan Pemeliharaan Pamelingan

2 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan memberikan atensi unik terhadap pemeliharaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP).

Hal itu tidak terlepas dari stadion tersebut menjadi penyumbang pendapatan original wilayah (PAD) terbesar daripada sarana dan prasarana (sarpras) olahraga lainnya, nan dikelola Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Saedy Romli, menilai, tingginya kontribusi SGMRP terhadap PAD semestinya menjadi dasar bagi pemerintah wilayah untuk meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan dan pembenahan stadion.

Terlebih, kata dia, tetap terdapat sejumlah rekomendasi pembenahan dari hasil asesmen Polda Jatim dan i-League sebagai operator kejuaraan Super League, nan perlu segera ditindaklanjuti, terutama berangkaian dengan aspek keamanan dan kepantasan stadion.

“Pembenahan SGMRP itu bukan lagi pilihan, tapi prioritas wajib di APBD 2026. Sangat ironis, stadion ini adalah penyumbang PAD olahraga terbesar kita, tetapi rekomendasi keamanan dari Polda justru belum diselesaikan,” terang Saedy, Kamis (3/9/2026).

Politikus Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) itu menilai, persoalan pembenahan stadion tidak semata-mata berangkaian dengan keterbatasan anggaran. Menurutnya, pemerintah wilayah perlu kembali menempatkan shopping berasas skala prioritas.

“Ini bukan masalah wilayah tidak punya uang, melainkan akibat disorientasi prioritas belanja. Dinas mengenai tidak boleh mengutamakan operasional rutin internal perkantoran mereka, sementara aset produktif nan mendatangkan duit bagi wilayah dibiarkan tidak layak pakai,” tegasnya.

Saedy mengatakan, besarnya potensi pendapatan dari SGMRP semestinya melangkah beriringan dengan peningkatan kualitas fasilitas. Stadion tersebut tidak hanya berstatus sebagai aset daerah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas olahraga dan sepak bola nan melibatkan masyarakat hingga suporter.

“Kami di DPRD meminta draf anggaran pemeliharaan stadion segera ditingkatkan demi menyelamatkan kas wilayah dan marwah sepak bola Pamekasan,” ujarnya.

Desakan pembenahan SGMRP juga datang dari kalangan pencinta sepak bola. Penggemar sepak bola, Ahmad Fauzan, menilai pemerintah wilayah kudu segera memastikan seluruh sarana dan prasarana stadion berada dalam kondisi layak.

Menurutnya, kondisi stadion menjadi salah satu representasi wajah olahraga di Kota Gerbang Salam ini. Karena itu, persoalan akomodasi tidak boleh dibiarkan hingga mengganggu penyelenggaraan kompetisi.

“Jangan sampai kejadian banjir stadion seperti tahun lampau terulang, apalagi di tengah berlangsungnya kompetisi, baik itu Liga 4 ataupun kejuaraan sejenisnya nan melibatkan wilayah lain. Karena jika itu terjadi, nan malu Pamekasan sebagai tuan rumah,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa SGMRP berpotensi menjadi letak pertandingan dengan level kejuaraan nan lebih tinggi.

“Apalagi jika terjadi saat kejuaraan nasional seperti Super League,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Akmalul Firdaus, mengatakan pemerintah wilayah telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan sebesar Rp650 juta untuk empat akomodasi olahraga.

Keempat akomodasi tersebut meliputi SGMRP, GOR Nyalaran, GOR Teja, dan Lapangan Tenis Arek Lancor.

Menurut Akmalul, penggunaan anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.

“Rincian serapannya lupa berapa, tapi nan jelas sudah ada nan terpakai anggaran pemeliharaan itu. Penggunaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tapi untuk pengadaan bentuk beda lagi,” tegasnya.

Berdasarkan info nan ada, realisasi PAD dari empat akomodasi olahraga tersebut mencapai Rp289,515 juta alias sekitar 58,96 persen dari sasaran Rp491 juta.

Dari jumlah tersebut, SGMRP menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi sekitar Rp250 juta dari sasaran Rp450 juta.

Kontribusi tersebut salah satunya berasal dari pemanfaatan stadion untuk pertandingan sepak bola, termasuk laga kandang Madura United dalam kejuaraan Super League.

Dengan adanya 17 laga kandang Madura United nan dijadwalkan berjalan di SGMRP, pemerintah wilayah optimistis sasaran PAD dari stadion tersebut dapat tercapai.

Namun, di tengah besarnya kontribusi terhadap kas daerah, tuntutan pembenahan SGMRP sekarang semakin menguat. Bagi legislatif, peningkatan PAD semestinya tidak berakhir pada penerimaan, tetapi juga diikuti dengan kesungguhan pemerintah menjaga dan meningkatkan kualitas aset nan menjadi sumber pendapatan tersebut. (nur/idy)

Selengkapnya