KABAR MADURA | Rektor Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura, Prof. Rachmad Hidayat, mendorong agar identitas Kabupaten Pamekasan sebagai kota pendidikan tidak berakhir pada sebatas wacana. Menurutnya, arah pembangunan tersebut perlu dipayungi dengan Peraturan Daerah (Perda) agar menjadi kebijakan nan berkelanjutan.
Gagasan itu disampaikan Rachmad saat menjadi pemateri dalam Sarasehan Literasi Kajian Buku Pamekasan Mencari Identitas nan digelar Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Aula Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Senin (27/7/2026).
Dalam pemaparannya, Rachmad mengapresiasi terbitnya kitab Pamekasan Mencari Identitas. Menurutnya, tidak ada kata terlambat bagi suatu wilayah untuk menegaskan identitas sebagai injakan dalam menentukan arah pembangunan.
Rachmad mengisahkan pengalamannya sejak mini nan mengenal Pamekasan sebagai kota pendidikan di Pulau Madura. Citra tersebut, kata dia, diperkuat dengan keberadaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura nan sekarang berkembang menjadi UIN Madura.
“Sejak mini saya tahunya Pamekasan adalah kota pendidikan. Oleh lantaran itu, jika memang disepakati sebagai kota pendidikan, maka Pemerintah Kabupaten Pamekasan berbareng seluruh stakeholder kudu betul benar mengerahkan arah kebijakannya ke sana,” tegasnya.
Dia menilai, penetapan identitas wilayah kudu diikuti dengan langkah konkret. Karena itu, dia membujuk AJP berbareng kalangan akademisi menyusun naskah akademik sebagai dasar pembentukan Perda nan mengatur arah pembangunan Pamekasan sebagai kota pendidikan.
Menurutnya, naskah akademik tersebut perlu dikawal hingga dibahas dan disahkan oleh DPRD berbareng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan agar tidak berakhir sebagai pendapat semata, tetapi menjadi bagian dari kebijakan daerah.
“Saya mengapresiasi AJP nan sudah memulai langkah ini. Mari kita sampaikan kepada Bupati dan personil DPRD agar dibahas secara detail, disiapkan naskah akademiknya, dan dikawal hingga termaktub dalam Perda serta program kerja Pemkab Pamekasan,” pungkasnya. (fit/waw)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·