SUMENEP, koranmadura.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar refleksi dan angan berbareng untuk memperingati 30 tahun peristiwa Kudatuli, Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan nan berjalan di Kantor DPC PDI Perjuangan Sumenep, Jalan Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, itu dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berbareng jejeran pengurus partai.
Sejumlah ketua organisasi kemasyarakatan datang dalam aktivitas tersebut, ialah Ketua PCNU Sumenep, Ketua PD Muhammadiyah Sumenep, dan Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Selain itu, aktivitas juga diikuti perwakilan organisasi kepemudaan (OKP).
Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep menyebut bahwa peristiwa Kuda Tuli merupakan salah satu peristiwa tragis dalam sejarah perjalanan bangsa.
“Dalam peristiwa itu, ada lima orang nan meninggal dunia, 23 orang hilang, dan 149 orang mengalami luka-luka serta trauma,” paparnya.
Kegiatan peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli ini menurutnya bukan sekadar seremonial, tapi upaya menjaga memori kolektif bangsa bahwa kerakyatan Indonesia dibangun melalui proses nan panjang, memerlukan keberanian, persatuan, dan pengorbanan.
“Refleksi peristiwa Kudatuli bukan untuk membuka kembali luka lama ataupun memelihara kebencian, tapi untuk memastikan peristiwa itu tidak boleh sampai terulang. Mari kita bersama-sama terus menjaga persatuan dengan semangat gotong royong,” tambahnya.
Rangkaian aktivitas refleksi tersebut diisi dengan tahlil dan angan bersama. Selain itu, aktivitas juga diisi pembacaan puisi oleh seniman Ibnu Hajar serta penyampaian orasi mengenai peristiwa Kudatuli oleh kader PDI Perjuangan Darul Hasyim Fath. (FATHOL ALIF/DIK)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·