KABAR MADURA | Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Saiful Hadi, menilai Kabupaten Pamekasan mempunyai identitas kuat sebagai kota pendidikan nan kudu terus diperkuat untuk mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya, kekayaan sejarah, tradisi keilmuan, dan keberadaan pesantren menjadi modal besar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) nan unggul.
Pernyataan tersebut disampaikan Saiful Hadi saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Literasi Kajian Buku Pamekasan Mencari Identitas karya Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Aula Rektorat UIN Madura, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Milad ke-60 UIN Madura.
Menurut Saiful, Pamekasan tidak dapat dipisahkan dari posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan di Pulau Madura. Keberadaan beragam perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan pesantren menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter sekaligus kemajuan daerah.
“Ketika kita berbincang tentang Pamekasan, wilayah ini tidak lepas dari posisinya sebagai replika dari kota-kota pendidikan nan ada di Nusantara. Pamekasan mempunyai identitas nan kuat dengan keberadaan beragam lembaga pendidikan tinggi umum maupun keagamaan, baik di dalam maupun di luar pesantren,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Madura mempunyai sejarah panjang sebagai wilayah nan berada di jalur perdagangan sekaligus penyebaran Islam. Kondisi tersebut melahirkan tradisi intelektual, para ulama, serta nilai-nilai budaya, seperti konsep Taneyan Lanjhang, nan hingga sekarang tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura.
“Potensi historis dan spiritualitas ini dinilai sangat tepat untuk didorong menjadi daya tarik wisata edukasi berbasis spiritualitas nan membentang dari ujung barat hingga timur Madura,” tambahnya.
Saiful juga menawarkan tiga arah penguatan pembangunan Pamekasan. Pertama, memperkuat sektor ekonomi melalui pengembangan laboratorium garam sebagai salah satu potensi unggulan daerah.
Kedua, membangkitkan kembali semangat masyarakat Madura sebagai masyarakat maritim nan bisa terhubung dengan jaringan investasi, baik di area barat maupun timur Indonesia.
Ketiga, mengintegrasikan potensi daratan dan kelautan melalui sinergi perguruan tinggi dan pesantren dalam mencetak SDM nan berbobot dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Saiful mengapresiasi AJP atas terbitnya kitab Pamekasan Mencari Identitas. Menurutnya, karya tersebut dapat menjadi bahan refleksi sekaligus masukan strategis bagi pemerintah wilayah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan.
“Diharapkan dapat memberikan masukan dan pendapat strategis bagi pemerintah daerah, khususnya Bupati Pamekasan, dalam merumuskan arah kebijakan dan pembangunan,” tutupnya. (fit/waw)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·