Petani 70 Tahun di Sokobanah Sampang Tewas Usai Dipukul Pria 80 Tahun

51 menit yang lalu 1

Warga berada di sekitar TKP perkelahian berujung maut di Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Peristiwa penganiayaan nan melibatkan dua penduduk lanjut usia (lansia) terjadi di Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Rabu (30/9/2026).

Nimo, seorang petani berumur sekitar 70 tahun, meninggal bumi setelah mengalami luka pada bagian rahang akibat dugaan pukulan menggunakan barang berbahan besi.

Terduga pelaku dalam perkara tersebut juga merupakan seorang lansia. Polisi menyebut IH berumur sekitar 80 tahun, nan sehari-hari bekerja sebagai petani dan tinggal di dusun nan sama dengan korban.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Nimo baru selesai minum kopi kemudian menuju kandang kambing untuk memberi makan ternaknya.

Di letak tersebut, IH diduga mendatangi korban dan melakukan pemukulan menggunakan lenggis besi. Pukulan tersebut mengenai bagian rahang sebelah kiri hingga korban terjatuh.

Anak IH, berinisial S, kemudian datang dan berupaya melerai kejadian tersebut. Sementara anak korban, berinisial SM, langsung memberikan pertolongan kepada Nimo sebelum korban dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban mengalami luka robek pada rahang sebelah kiri. Luka tersebut kemudian mendapat penanganan medis dan dilakukan jahitan sekitar lima jahitan.

Namun, kondisi korban memburuk setelah beberapa jam mendapatkan perawatan. Sekitar pukul 10.00 WIB, Nimo dinyatakan meninggal dunia.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima personil Polsek Sokobanah sekitar pukul 13.30 WIB. Kapolsek Sokobanah Iptu Reza Hilmy Widy Putra membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan anggotanya langsung mendatangi letak setelah menerima laporan.

“Benar terjadi perkelahian antar dua lansia dan korban mendapatkan luka di rahang bagian kiri, setelahendapa laporan kami langsung menuju TKP,” ujar Reza, Kamis (1/10/2026).

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Sokobanah berbareng personil mendatangi letak kejadian. Penanganan juga melibatkan Pamapta berbareng personil SPKT Polres Sampang, Unit Identifikasi Polres Sampang, dan personel Opsnal Polres Sampang.

Polisi memasang garis polisi di letak kejadian dan membikin sketsa tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap korban serta mencatat dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan Satreskrim dan Unit Identifikasi Polres Sampang untuk mendalami perkara tersebut. Penyelidikan dilakukan guna mengungkap secara utuh kronologi dan penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan bahwa terduga pelaku telah diamankan di Polres Sampang. “Untuk terduga pelaku sudah diamankan di Polres Sampang,” ujar Eko.

Hingga rilis tersebut disampaikan, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap IH. Motif penganiayaan juga tetap dalam tahap penyelidikan.

Dalam penanganan awal, polisi telah menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, membikin sketsa lokasi, melakukan pemeriksaan korban, membawa korban ke akomodasi kesehatan, mencatat serta menginterogasi saksi, berkoordinasi dengan Satreskrim dan Unit Identifikasi Polres Sampang, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku.

Perkara tersebut mempertemukan dua penduduk lanjut usia dalam sebuah kejadian nan berujung fatal. Korban Nimo disebut berumur sekitar 70 tahun, sedangkan IH nan diduga melakukan pemukulan berumur sekitar 80 tahun.

Keduanya sama-sama berprofesi sebagai petani dan tercatat sebagai penduduk Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah. (ali/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0