125 Kasus Kebakaran Terjadi di Pamekasan hingga Agustus 2026, Kelalaian Warga Mendominasi

1 jam yang lalu 2
KM/IST | JANGAN TERULANG: Sebanyak 125 kasus kebakaran tercatat di Kabupaten Pamekasan sejak Januari hingga Agustus 2026.

KABAR MADURA | Kasus kebakaran di Pamekasan melonjak selama musim tandus tahun 2026.

Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan, melalui Analisis Kebakaran Damkar Pamekasan, Syarif Jailani, mengatakan bahwa pihaknya telah mencatat sebanyak 125 kejadian kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2026.

“Kebanyakan kasus terjadi akibat kelalaian penduduk nan membakar sampah dan membersihkan lahan sembarangan,” ungkapnya, Selasa (1/9/2026).

Syarif juga menyebut bahwa kebakaran paling sering menimpa lahan ladang dan kebun bambu. Dan perihal tersebut telah tercatat di masing masing sebanyak 39 kejadian.

“Saat kemarau, rumput kering dan bambu sangat mudah terbakar. Bumbu utamanya biasanya sampah nan dibakar lampau ditinggal, alias puntung rokok nan dibuang sembarangan,” tambahnya.

Selain lahan, kebakaran juga menghanguskan 18 rumah alias toko, 8 tempat sampah, 8 pohon, 5 trafo listrik, dan 4 kasus kebocoran tabung gas. Sisanya menimpa warung, kandang sapi, mobil, hingga mesin cuci.

Menanggapi persoalan tersebut, Syarif meminta penduduk untuk berakhir membakar sampah alias lahan tanpa pengawasan. Warga juga diimbau rutin memeriksa kompor gas dan kabel listrik di rumah. Jika memandang titik api, penduduk diharapkan segera melapor ke damkar agar api bisa langsung dipadamkan sebelum membesar.

“Kalau sudah terjadi maka langsung laporkan dan langsung hubungi damkar, bukan malah merekam alias membikin viral dulu, kelak jadinya bakal terlambat dan api bakal semakin menyebar, lantaran kebanyakan masyarakat begitu, telat menghubungi” tutupnya. (fit/waw)

Selengkapnya