KABAR MADURA | Kesadaran menjaga lingkungan pesisir mulai tumbuh kuat di kalangan generasi muda kepulauan. Momentum Hari Mangrove Sedunia dimanfaatkan puluhan pelajar berbareng masyarakat di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, untuk melakukan tindakan nyata menanam sekitar 2.500 bibit mangrove di sepanjang garis pantai.
Kegiatan nan berjalan pada Minggu (26/7/2026) itu menjadi corak kepedulian terhadap ancaman pengikisan dan banjir rob nan selama ini menjadi persoalan bagi wilayah kepulauan. Dengan penuh semangat, para pelajar turun langsung ke area pesisir untuk menanam mangrove satu per satu.
Salah satunya Aisyah Ummami, siswi SMP Negeri Sapeken. Tanpa ragu, dia menginjak pasir dan lumpur demi memastikan bibit mangrove tertanam dengan baik. Bibit setinggi sekitar 55 sentimeter itu ditancapkan secara hati-hati agar bisa tumbuh menjadi pelindung alami pantai pada masa mendatang.
Meski busana mereka dipenuhi pasir, semangat para pelajar tidak surut. Mereka bergotong royong menyelesaikan penanaman hingga ribuan bibit tertanam di sepanjang pesisir.
“Kalau tidak dijaga mulai sekarang, pengikisan bisa menakut-nakuti tempat tinggal kami di kepulauan. Karena itu kami ikut menanam mangrove,” ujar Aisyah.
Dia berambisi seluruh bibit nan ditanam dapat tumbuh subur sehingga bisa memperkuat garis pantai, mengurangi akibat abrasi, sekaligus menjadi tembok alami menghadapi banjir rob.
Ketua Karang Taruna Laskar Obor, Imran, mengatakan aktivitas tersebut sengaja melibatkan pelajar agar kepedulian terhadap lingkungan pesisir tertanam sejak dini. Menurutnya, menjaga kelestarian mangrove bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah alias organisasi tertentu, melainkan seluruh komponen masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk membujuk masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih peduli terhadap kelestarian mangrove sebagai pelindung alami area pesisir,” katanya.
Selain menanam mangrove, peserta juga menggelar tindakan bersih-bersih pantai dengan memungut sampah nan berceceran di sepanjang bibir pantai. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan budaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bakal pentingnya ekosistem pesisir nan sehat.
“Karena itu, kami tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga menggelar tindakan bersih-bersih pantai agar lingkungan pesisir tetap terjaga,” tambah Imran.
Dia berambisi aktivitas serupa terus dilakukan secara berkepanjangan dan semakin banyak melibatkan generasi muda. Sebab, keberadaan rimba mangrove mempunyai peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi area pesisir dari abrasi, serta menjadi warisan lingkungan nan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Menanam mangrove bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk melindungi pesisir dan kehidupan masyarakat kepulauan pada masa nan bakal datang,” tandasnya. (ara/waw)

57 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·