Fauzi: Semangat Kudatuli Harus Hidup dalam Pengabdian kepada Rakyat

1 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | PDI Perjuangan Sumenep memanfaatkan peringatan Hari Kudatuli 2026 bukan sekadar untuk mengenang sejarah perjuangan partai, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen seluruh kader agar tetap berada di garda terdepan dalam memihak kepentingan wong cilik. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa Hari Kudatuli merupakan pengingat krusial bagi seluruh kader untuk tetap menjaga idealisme perjuangan di tengah beragam tantangan zaman. 

Menurutnya, sejarah perjuangan tidak boleh berakhir sebagai cerita masa lalu, tetapi kudu diterjemahkan menjadi kerja nyata nan memberi faedah bagi masyarakat. 

“Peristiwa Kudatuli mengajarkan bahwa perjuangan tidak pernah lahir dari kenyamanan. Sejarah itu menjadi pengingat bahwa kader PDI Perjuangan kudu tetap teguh memegang nilai-nilai perjuangan meski menghadapi beragam tantangan,” ujar Fauzi. 

Bupati Sumenep itu menekankan bahwa semangat Kudatuli kudu diwujudkan melalui keberanian mempertahankan kebenaran, menjaga ideologi partai, sekaligus memperkuat keberpihakan terhadap masyarakat kecil. 

Madura FM

Baginya, pengabdian kader tidak cukup diwujudkan dalam aktivitas politik semata, tetapi kudu tercermin melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan nan dihadapi rakyat. 

“Semangat Kudatuli kudu hidup dalam setiap langkah pengabdian. Kader PDI Perjuangan kudu datang di tengah masyarakat, menjadi pelayan rakyat, serta menjadi garda terdepan dalam memihak wong cilik,” tegasnya. 

Fauzi juga membujuk seluruh kader menjadikan refleksi Hari Kudatuli sebagai momentum memperkuat soliditas organisasi, merawat nilai-nilai ideologi partai, serta meneruskan semangat perjuangan para pendahulu demi kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat. (ara/waw)

Selengkapnya