BANGKALAN, koranmadura.com – Kronologi tindakan nekat bunuh diri nan dilakukan Hoirul Amri (Eril), bocah berumur 15 tahun, dengan melompat dari tower pemancar setinggi sekitar 100 meter di Kampung Sempar, Desa Blega, Kecamatan Blega, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin, 27 Juli 2026 pukul 12.00 WIB, mulai terungkap.
Berdasarkan keterangan penduduk di letak kejadian, Amir, korban meninggal bumi bukan lantaran frustrasi akibat penghasilan SPPG nan tidak kunjung naik. Sebab, korban tetap berstatus sebagai santri dan sedang menempuh pendidikan setingkat SMP.
“Kalau dihubungkan dengan penghasilan SPPG, itu tidak benar. Itu hanya orang usil nan membikin video sebagai bahan lelucon,” katanya.
Amir menjelaskan, sejak mini korban memang mempunyai riwayat gangguan kejiwaan. Oleh lantaran itu, orang tuanya memondokkan korban agar dapat belajar dan beradaptasi secara bertahap. Namun, dalam sepekan terakhir korban juga diketahui kecanduan game online.
“Dia memang mempunyai gangguan jiwa. Saya juga kaget ketika tahu dia naik tower hanya mengenakan kaos,” tuturnya.
Saat korban memanjat tower, Amir mengaku sedang berada cukup jauh dari letak kejadian. Sebagian penduduk nan memandang tindakan tersebut sempat mengira korban hanya bercanda. Namun, lantaran merasa khawatir, dia segera menuju lokasi.
“Sebelum tiba di lokasi, rupanya saya terlambat. Korban sudah melompat,” ujarnya. (MAHMUD/DIK)

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·