KABAR MADURA | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ansari, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) kudu menjadi prioritas dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, pembangunan bentuk tidak bakal berarti andaikan tidak diiringi dengan pembentukan karakter dan kualitas masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ansari saat menjadi keynote speaker dalam Sarasehan Literasi Kajian Buku Pamekasan Mencari Identitas, nan digelar Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Aula Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Senin (27/7/2026).
Dalam pemaparannya, Ansari mengapresiasi terbitnya kitab Pamekasan Mencari Identitas. Menurutnya, di usia Kabupaten Pamekasan nan memasuki 495 tahun, wilayah tersebut tetap terus berproses menemukan arah dan identitas pembangunannya.
Ansari menilai Pamekasan mempunyai modal besar untuk berkembang. Berdasarkan info Kementerian Agama (Kemenag), terdapat lebih dari 426 pondok pesantren, 1.706 majelis taklim, dan 2.069 lembaga kajian Al-Qur’an. Selain itu, Madura juga menjadi salah satu penyumbang hasil perikanan terbesar di tingkat nasional.
“Padahal, Pamekasan mempunyai potensi nan sangat melimpah. Berdasarkan info Kemenag, terdapat lebih dari 426 pondok pesantren, 1.706 majelis taklim, dan 2.069 lembaga kajian Al-Qur’an, dan Madura menjadi salah satu penyumbang perikanan terbesar di tingkat nasional,” ungkapnya.
Meski mempunyai potensi besar, Ansari mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur. Menurutnya, investasi terbesar nan kudu dilakukan adalah membangun kualitas manusia.
“Pembangunan sejati bukan sekadar gedung dan jalan saja, melainkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Membangun manusia berfaedah membangun langkah berpikirnya, menumbuhkan rasa cinta lingkungan, menjaga integritas, serta kepedulian sosialnya,” tegasnya.
Di akhir pemaparannya, Ansari mengapresiasi inisiatif AJP nan menerbitkan kitab sebagai ruang refleksi pembangunan daerah. Ia berambisi sarasehan tersebut tidak berakhir sebagai aktivitas seremonial, melainkan menjadi pemantik lahirnya gagasan, peneliti, dan karya-karya baru nan berkontribusi bagi kemajuan Pamekasan.
“Sinergi antara kampus UIN Madura dan media diharapkan bisa mencetak pemimpin, akademisi, dan ustadz nan berakhlakul karimah menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (fit/waw)

3 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·