BANGKALAN, koranmadura.com – Warga Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kaget saat mengecek Nomor Induk Kependudukan (NIK) di situs resmi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Dalam situs tersebut, datanya menunjukkan bahwa NIK miliknya masuk desil 9 alias dianggap mempunyai kondisi ekonomi tinggi dan aset nan cukup. Padahal, kondisi tersebut jauh berbeda dengan kebenaran di lapangan.
Salah seorang penduduk Socah, Ulul Albab, mengaku tidak pernah menjawab survei ataupun didatangi petugas untuk dilakukan survei. Karena itu, dirinya kaget saat memandang info di situs Kemensos tiba-tiba masuk desil 9.
“Desil 9 itu orang kaya, aset kendaraan dan rumahnya banyak, sedangkan saya rumah saja belum milik sendiri,” katanya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Jika berasas pendapatan dan aset, semestinya dirinya tetap masuk desil 5. Sebab, keluarganya juga tidak mempunyai pinjaman alias angsuran nan sedang berjalan.
“Ini kan aneh, saya dan istri juga tidak pernah disurvei, kenapa bisa muncul begitu,” terang dia.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Bangkalan, Muhammad Aminullah, menjelaskan, info untuk menentukan desil berasal dari banyak sumber, mulai dari Regsosek, Sensus Ekonomi, pajak, perbankan, aset, listrik, hingga pinjaman ke bank.
“Sumbernya banyak, jadi bukan dari satu pihak, info itu kemudian dikelompokkan oleh Kemensos sesuai tingkatannya,” singkatnya. (MAHMUD/DIK)

6 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·