KABAR MADURA | Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menerbitkan kitab digital sebagai pedoman bagi mahasiswa baru (maba). Buku berjudul Mahasiswa Baru Menuju Pentas Dunia itu tidak hanya menjadi pedoman untuk mengenal kehidupan kampus, tetapi juga merupakan bagian dari strategi UTM dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menyiapkan mahasiswa agar bisa bersaing di tingkat internasional.
Wakil Rektor III UTM, Surokim, mengatakan, publikasi kitab tersebut merupakan ikhtiar lembaga dalam membekali mahasiswa sejak awal memasuki bumi perguruan tinggi.
“Buku ini bagian dari ikhtiar lembaga untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar sejak awal tumbuh minat, daya, dan budaya baca nan kuat guna menguatkan keahlian literasi di era sekarang. Selain itu juga memperkuat visi go dunia mahasiswa UTM sebagai pejuang prestasi,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, peningkatan keahlian literasi menjadi fondasi krusial dalam mencetak lulusan nan bisa beradaptasi dengan perkembangan era sekaligus mempunyai daya saing global, sejalan dengan visi UTM.
Dia menambahkan, UTM saat ini juga terus memperluas jejaring internasional. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya jumlah mahasiswa asing nan menempuh pendidikan di kampus tersebut.
“Saat ini mahasiswa internasional nan belajar di UTM terus bertambah menjadi 24 mahasiswa nan berasal dari 11 negara. Ini menunjukkan bahwa UTM terus bergerak menuju kampus nan mempunyai daya saing di tingkat ASEAN,” jelasnya.
Surokim menjelaskan, kitab itu disusun sebagai kompas bagi mahasiswa baru untuk memahami kehidupan kampus sekaligus tantangan nan bakal dihadapi selama menempuh pendidikan. Materinya disusun secara komprehensif oleh seluruh ketua universitas, ketua fakultas, hingga unsur pelaksana teknis sehingga memuat info mulai dari aspek strategis hingga teknis.
“Isinya cukup komplit lantaran ditulis oleh seluruh ketua nan membidangi dan unsur pelaksana teknis. Mahasiswa baru bisa memahami mulai dari hal-hal strategis hingga teknis selama menempuh pendidikan di UTM,” jelasnya.
Dia berharap, kehadiran kitab itu bisa memperkuat keahlian literasi mahasiswa sebagai fondasi dalam mengembangkan sepuluh kompetensi literasi nan telah ditetapkan UTM.
“Mahasiswa diharapkan bisa memahami kondisi masa lampau dan masa sekarang untuk melahirkan best practices, sekaligus memahami tantangan masa depan sehingga menjadi lulusan nan relevan, kompeten, dan berdampak,” pungkasnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·