KABAR MADURA | Konsisten adalah kata nan paling tepat untuk menggambarkan perjalanan upaya Ibuzaki Aneka Kerupuk dan Kue. Usaha tersebut berdiri sejak tahun 1987 di Dusun Palasah, Desa Pandan, Kecamatan Galis, Pamekasan.
Usaha rumahan nan dikelola oleh nyonya Fais selama 39 tahun ini berasal dari upaya mini rumahan, dengan nam upaya Ibuzaki nan sukses mempertahankan usahanya hingga sekarang di tengah gempuran produk produk modern.
Salah satu kelebihan utama produk Ibuzaki terletak pada keaslian bahan bakunya. Untuk produk unggulan seperti Kerupuk Amplang, Ibu Fais memanfaatkan hasil tambak milik family sendiri. Penggunaan bahan baku segar tanpa perantara inilah nan memberikan rasa gurih alami dan kualitas renyah nan konsisten.
Selain kerupuk amplang, ada juga nan dikenal luas berkah kue Malaysia nan mempunyai nama Cangker Manis, kudapan unik ini menjadi salah satu produk nan paling dicari oleh pengguna setia.
“Harga produk kami sangat terjangkau, mulai dari Rp15.000. Kami mau semua kalangan masyarakat bisa menikmati camilan berbobot unik wilayah sendiri,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Meskipun permintaan terus mengalir, proses pembuatan kerupuk di Ibuzaki tetap mempertahankan ketelitian tradisional demi menjaga takaran dan rasa.
Dengan bahan utama seperti tepung tapioka dan tepung terigu diolah berbareng ramuan dan bahan pilihan hingga adukan tercampur rata. Kemudian adukan tersebut dimasukkan ke dalam cetakan plastik khusus, lampau dikukus hingga matang sempurna.
“Setelah dikukus itu, adukan dipotong rapi sesuai bentuk, kemudian dijemur di bawah sinar mentari selama kurang lebih dua hari hingga betul benar kering sebelum siap digoreng,” jelasnya.
Dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, Ibu Fais mengandalkan kombinasi jalur offline dan online. Secara offline, produk Ibuzaki dipasarkan langsung ke warung warung tetangga dan toko terdekat di wilayah Pamekasan.
“Ya, untuk pengorderan cepat, ya itu, dengan menggunakan WhatsApp, WA itu nan menjadi perangkat jangkauan utama dalam berinteraksi dengan para pengguna bagi kami,” tambahnya.
Meski terlihat begitu lancar dan sempurna, pembuatan kerupuk amplang kerap terkendala kesiapan ikan segar nan berkarakter musiman. Dan disaat pesanan melonjak, nilai bahan baku kerap melambung tinggi dan susah didapatkan di pasaran, maka dengan itu patokan nilai nan ramah di kantong serta rasa nan sudah melekat di hati masyarakat menjadi penghalang utama untuk terus memperkuat dan berkembang.
Fais menyimpan angan besar agar mendapat perhatian serta fasilitasi dari pihak pemerintah maupun organisasi UMKM.
“Harapan kami ke depan, dengan adanya perhatian dan support dari pemerintah, produk Ibuzaki tidak hanya dipasarkan di Pamekasan saja, tetapi bisa menembus dan dikenal di seluruh kabupaten nan ada di Pulau Madura,” pungkasnya. (fit/waw)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·