BANGKALAN, koranmadura.com – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan rencana industrialisasi di Madura tidak boleh menggerus kearifan lokal dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro menyampaikan, pemerintah dan masyarakat kudu mendukung adanya industri besar nan bakal datang di Madura, khususnya Bangkalan. Utamanya melalui izin dan patokan nan tepat.
“Saya bakal mendorong pemerintah pusat untuk membikin izin mengenai proyek strategis nasional. Kita kudu siap dan matang soal itu,” katanya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kabupaten Bangkalan dan masyarakat Bangkalan mempunyai kearifan lokal nan berbeda dengan wilayah lain. Seperti potensi wisata berbasis syariah alias perihal lain nan kental dengan kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat setempat.
“Ini nan kudu kita semua jaga, jangan sampai industri ini hanya memberikan untung pribadi bagi penanammodal tanpa memberikan akibat positif terhadap warga,” tuturnya.
Soal rencana kehadiran industri Tiongkok nan memerlukan hingga 3.040 hektare tanah, laki-laki nan berkawan disapa Ba Syafi itu memilih terbuka atas kesempatan tersebut.
“Siapa saja dan dari mana saja boleh membangun di Madura, asalkan ditinjau lagi, kebutuhan lahan nan diminta ada alias tidak,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)

6 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·