Suara Gemuruh Muncul dari Bawah Lahan Tembakau di Sampang

1 jam yang lalu 1

SAMPANG, koranmadura.com – Lahan perkebunan tembakau di Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, mengalami kejadian tidak biasa. Dari bawah permukaan tanah terdengar bunyi mirip gemuruh air nan disertai munculnya gelembung udara.

Fenomena tersebut sempat diamati oleh salah satu personil DPRD Sampang, Moh Iqbal Fathoni, berbareng Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Gunung Eleh, Nasuri.

Nasuri mengatakan, bunyi aliran air dari dalam tanah terdengar cukup nyaring di salah satu titik di tengah lahan tembakau. Bahkan, bunyinya menyerupai percikan air terjun.

“Lahannya berada di tanah pecaton desa nan sekarang dikelola warga. Dan biasanya peristiwa itu terjadi saat musim hujan. Namun sekarang malah muncul saat musim kemarau,” katanya, Senin, 3 Agustus 2026.

Sementara itu, personil DPRD Sampang dari wilayah pemilihan setempat, Moh Iqbal Fathoni, mengaku telah meninjau langsung letak beberapa hari lalu. Saat itu, bunyi gemuruh tetap terdengar cukup nyaring. Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang untuk melakukan pengecekan lapangan.

Menurutnya, penduduk nan mengelola lahan tersebut tidak berani membongkar titik nan mengeluarkan bunyi lantaran cemas terjadi hal-hal nan tidak diinginkan.

“Terakhir hari Kamis saya ke lokasi, suaranya tetap terdengar nyaring. Makanya kami berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Fajar Arif, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan di lokasi.

“Sekitar pukul 11.15 WIB, kami melakukan survei di lahan sawah nan mengeluarkan bunyi gemuruh. Lokasi munculnya kejadian bunyi itu berada di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung,” katanya.

Fajar Arif menjelaskan, lahan nan mengeluarkan bunyi tersebut merupakan tanah percaton desa nan sedang digarap oleh penduduk berjulukan Sadiri (50) dan Agusyanto (30), penduduk Dusun Pelampean, Desa Gunung Eleh. Dari dalam tanah di letak itu terdengar bunyi gemuruh nan cukup jelas.

“Fenomena itu sudah berjalan sejak dulu, namun terkadang lenyap lampau muncul kembali. Saat sawah tergenang air, muncul gelembung-gelembung udara selama beberapa waktu, kemudian menghilang. Tadi kami datang ke letak berbareng Pak Dewan Moh Iqbal Fathoni. Dari kejadian ini, kami bakal berkoordinasi dengan pihak mengenai berbareng PUPR,” terangnya. (MUHLIS/DIK)

Selengkapnya