Seleksi PPIH Kesehatan Haji 2027 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

43 menit yang lalu 2

Jakarta, Penamadura.com – Kementerian Haji dan Umrah RI membuka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Kloter dan PPIH Kesehatan Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Pengumuman seleksi disampaikan pada Selasa (18/8/2026), dengan pendaftaran peserta mulai dibuka pada 20 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan seleksi dilakukan untuk mendapatkan petugas kesehatan nan profesional, berintegritas, kompeten, serta mempunyai komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

“Petugas haji dituntut mempunyai kompetensi sesuai bagian tugas dan komitmen penuh dalam melayani jemaah. Melalui seleksi ini, kami mau mendapatkan petugas nan siap secara kompetensi, kesehatan, integritas, dan keahlian bekerja di lapangan,” ujar Puji.

Puji menegaskan bahwa seluruh proses seleksi PPIH bebas gratifikasi dan tidak dipungut biaya apa pun. Peserta juga diminta mengikuti proses pendaftaran secara berdikari serta memastikan seluruh arsip nan disampaikan betul dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara umum, calon petugas kudu sehat jasmani dan rohani, mempunyai integritas dan rekam jejak nan baik, bisa mengoperasikan aplikasi komputer maupun gawai berbasis Android dan/atau iOS, serta diutamakan mempunyai keahlian berkomunikasi dalam bahasa Arab dan/atau bahasa Inggris.

Plt. Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Dani Pramudya, menjelaskan bahwa untuk bagian kesehatan, peserta berumur paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 57 tahun bagi nan bekerja sebagai tenaga kesehatan kloter. Bagi tenaga kesehatan nan bekerja di Sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia, berumur paling rendah 27 tahun dan paling tinggi 55 tahun. Sedangkan saat mendaftar serta mempunyai pengalaman kerja minimal dua tahun sesuai peminatan tugas.

“Petugas kesehatan kudu mempunyai kesiapan klinis dan keahlian merespons kondisi kegawatdaruratan, serta membantu tugas-tugas administratif. Kompetensi profesi, pengalaman kerja, kesiapan fisik, dan keahlian bekerja dalam situasi sigap sangat dibutuhkan dalam pelayanan jemaah,” kata Dani.

Formasi nan dibuka mencakup PPIH Kesehatan Kloter nan terdiri atas master alias master ahli dan perawat. Sementara PPIH Kesehatan Arab Saudi dan tenaga kesehatan airport mencakup dokter, master spesialis, perawat, apoteker alias tenaga vokasi farmasi, elektromedis, tenaga laboratorium medis, tenaga rehabilitasi medik, radiografer, tenaga sanitasi lingkungan, perekam medis dan info kesehatan, serta tenaga pencegahan dan pengendalian infeksi.

Khusus dokter, perawat, dan apoteker alias tenaga vokasi farmasi, peserta diwajibkan mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) sesuai ketentuan. Dokter dan perawat juga wajib menyertakan sertifikat kegawatdaruratan nan tetap berlaku.

Pendaftaran peserta dimulai pada 20 Agustus 2026 dengan pemisah akhir unggah arsip pada 26 Agustus 2026. Setelah tahapan verifikasi administrasi, peserta nan lolos bakal mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada 31 Agustus 2026 dan Medical Check Up (MCU) pada 3–8 September 2026. Peserta nan dinyatakan berkuasa mengikuti pendidikan dan training bakal diumumkan pada 15 September 2026.

“Menjadi petugas haji adalah amanah pelayanan. Kami berambisi peserta nan terpilih nantinya betul-betul siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” tandas Puji. (Kemenhaj/Red/Emha)

Selengkapnya