Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Kanjar, Kecamatan Torjun. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)
SAMPANG || KLIKMADURA – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Kanjar, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan. Pekerjaan nan dilaksanakan P3A Mawar dipertanyakan lantaran diduga belum sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis nan dipersyaratkan.
Sorotan itu tidak hanya mengarah pada hasil pekerjaan bentuk di lapangan. Sejumlah pihak juga meminta agar proses pencairan biaya termin kedua tidak dilakukan sebelum ada pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut.
Desakan itu ditujukan kepada Tenaga Pendamping (TA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Mereka menilai verifikasi lapangan krusial dilakukan untuk memastikan pekerjaan telah sesuai dengan arsip perencanaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, dan ketentuan program.
P3-TGAI merupakan program nan bermaksud meningkatkan kegunaan jaringan irigasi tersier guna mendukung produktivitas pertanian. Karena itu, kualitas pekerjaan bentuk menjadi aspek krusial agar anggaran nan dialokasikan betul-betul memberikan faedah bagi petani.
Dalam kasus di Desa Kanjar, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tetap memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis. Penilaian tersebut tidak dapat hanya didasarkan pada klaim sepihak, melainkan kudu merujuk pada hasil verifikasi lapangan dan arsip pekerjaan.
Peran TA BBWS Brantas dinilai menjadi kunci dalam proses tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya bakal menjadi dasar untuk memastikan apakah pekerjaan telah memenuhi seluruh ketentuan teknis sebelum pembayaran termin kedua diproses.
Apabila ditemukan adanya perbedaan antara pekerjaan terpasang dengan spesifikasi maupun rencana kerja, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar penentuan langkah tindak lanjut sesuai sistem nan berlaku. Sebaliknya, andaikan pekerjaan dinyatakan telah memenuhi ketentuan, proses pencairan anggaran dapat dilanjutkan sesuai prosedur.
Sorotan terhadap P3-TGAI Desa Kanjar tidak semata menyangkut gedung irigasi. Program tersebut juga berangkaian dengan penggunaan anggaran negara dan kepentingan petani sebagai penerima faedah sehingga pelaksanaannya diharapkan berjalan sesuai aturan.
Kini perhatian publik tertuju kepada BBWS Brantas. Publik menunggu apakah verifikasi menyeluruh bakal dilakukan sebelum pembayaran termin kedua dicairkan, sehingga dugaan nan berkembang dapat dijawab berasas hasil pemeriksaan teknis, bukan sekadar asumsi. (ali/nda)

20 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·