KABAR MADURA | Kerusakan parah nan melanda SDN Konang 4, Kecamatan Konang, Bangkalan, akhirnya mendapat kepastian penanganan. Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan memastikan sekolah itu masuk program revitalisasi dan ditargetkan mulai dikerjakan pada September 2026.
Kepastian itu disampaikan setelah tim nan ditunjuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) melalui perguruan tinggi penyedia melakukan verifikasi dan pengesahan langsung ke sekolah.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dispendik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, mengatakan, verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi sekaligus kebutuhan penanganan SDN Konang 4.
“Sudah dilakukan verifikasi dan pengesahan oleh tim. Tujuannya untuk memastikan kebutuhan apa saja nan ada di SDN Konang 4,” ungkapnya, Senin (10/8/2026).
Dia mengungkapkan, hasil pemeriksaan itu menunjukkan kebutuhan revitalisasi tidak sebatas memperbaiki bagian gedung nan rusak. Tingkat kerusakan nan cukup parah membikin penanganannya diproyeksikan menyerupai pembangunan gedung baru.
Sedikitnya enam ruang kelas menjadi bagian utama nan bakal ditangani. Meski secara nomenklatur masuk kategori rehabilitasi, bangunan gedung nan rusak membikin pekerjaan diperkirakan memerlukan pembangunan secara menyeluruh.
“Enam ruang kelas. Kalau memandang konstruksinya nan rusak parah, ini rasanya seperti gedung baru, meskipun nomenklaturnya rehabilitasi,” jelasnya.
Tidak hanya ruang kelas, revitalisasi juga mencakup akomodasi pendukung nan selama ini belum memadai. Sanitasi alias toilet, paving lingkungan sekolah, serta pagar turut masuk dalam kebutuhan nan telah diverifikasi.
Ketiadaan akomodasi sanitasi menjadi salah satu persoalan nan mendapat perhatian. Ali Yusri menilai kelengkapan sarana itu krusial untuk menunjang kenyamanan siswa selama mengikuti aktivitas belajar mengajar (KBM).
“Selain gedung kelas, ada sanitasi. Kebetulan memang tidak punya sanitasi. Kemudian untuk memberikan kenyamanan siswa, ada paving dan pagar,” terangnya.
Persoalan lain nan turut menjadi perhatian adalah kondisi sarana dan prasarana sekolah. Meja, kursi, dan lemari disebut banyak mengalami kerusakan, termasuk akibat tertimpa material gedung nan roboh.
“Kami usulkan dengan perabotnya juga lantaran perabotnya sudah banyak nan rusak. Ada nan kejatuhan gedung nan roboh, termasuk lemari, bangku dan meja,” ungkapnya.
Penanganan SDN Konang 4 juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Ali Yusri menyebut, pihaknya berbareng Bupati Bangkalan apalagi mendatangi Kemendikdasmen di Jakarta untuk menyampaikan kondisi sekolah tersebut.
“Kamis kemarin saya dengan Pak Bupati sempat ke kementerian di Jakarta. Atensi Pak Bupati mengenai kondisi SDN Konang 4 luar biasa sampai beliau menyempatkan waktu untuk audiensi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” paparnya.
Dengan seluruh proses verifikasi dan pengesahan telah dilakukan, Dispendik Bangkalan menargetkan revitalisasi SDN Konang 4 dimulai September mendatang.
Sementara sekolah lain nan juga mengalami kerusakan belum seluruhnya dapat ditangani bersamaan. Dispendik Bangkalan memilih menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan sekolah nan kondisinya dinilai paling mendesak.
“Yang lain menyusul. Kami ambil nan urgen-urgen saja,” pungkasnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·