KABAR MADURA | Sanggar Tikar SMA 3 Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, menjadi salah satu wadah bagi siswi untuk mengembangkan minat dan talenta di bagian seni. Organisasi nan dirintis pada 25 Desember 2008 tersebut hingga sekarang tetap aktif menjalankan beragam aktivitas kesenian dengan jumlah personil mencapai 32 orang.
Ketua Sanggar Tikar SMA 3 Annuqayah, Faidatur Rabbaniyah, mengatakan, organisasi ini didirikan sebagai ruang bagi siswi untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap seni.
Sejak awal berdiri, Sanggar Tikar mengembangkan beragam program di bagian kesenian, seperti musik, teater, melukis, dan aktivitas seni lainnya. Beragam aktivitas tersebut menjadi ruang bagi personil untuk mengasah keahlian sekaligus menuangkan buahpikiran dan kreativitas.
“Sejak hadirnya Sanggar Tikar, kecintaan siswi dan lingkungan sekolah terhadap seni semakin berkembang. Sanggar ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan produktivitas dan melahirkan ide-ide baru, sekaligus membuka ruang bagi siswi untuk mengenal serta mengembangkan minat di bagian teater dan musik,” ujar Ani, sapaan berkawan Faidatur Rabbaniyah, Selasa (1/3/2026).
Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan, Sanggar Tikar menggelar pertemuan rutin setiap hari Minggu pukul 14.00 WIB. Pertemuan itu diikuti seluruh personil berbareng pembina Sanggar Tikar, Mahendra Cipta.
Setiap pertemuan mempunyai agenda nan berbeda sesuai dengan program nan sedang dijalankan. Anggota dapat mengikuti beragam kegiatan, mulai dari musik, teater, melukis, hingga aktivitas seni lainnya.
Pertemuan rutin tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menjalankan program organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi personil untuk belajar, berdiskusi, berganti ide, serta mengembangkan keahlian sesuai bagian nan diminati.
Keberadaan Sanggar Tikar turut memberikan perubahan terhadap lingkungan sekolah. Kecintaan terhadap seni semakin tumbuh, sementara produktivitas dan buahpikiran para siswi juga terus berkembang.
Selain itu, seni teater dan musik mulai mendapat penerimaan nan lebih luas di lingkungan sekolah. Hal tersebut menjadi salah satu perkembangan nan dirasakan sejak Sanggar Tikar aktif menjalankan beragam aktivitas kesenian.
Selama berdiri, Sanggar Tikar juga telah mencatat sejumlah pencapaian di bagian karya tulis dan seni. Prestasi nan diraih mencakup beragam ajang, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Tidak hanya mengikuti beragam kompetisi, Sanggar Tikar juga beberapa kali mendapat undangan untuk menampilkan karya seni di luar Madura. Salah satunya melalui pentas seni di Al-Fatih Jember.
Berbagai pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Sanggar Tikar dalam memberikan ruang kepada siswi untuk mengembangkan keahlian sekaligus menghasilkan karya, baik di bagian seni maupun karya tulis.
Namun, keberlangsungan organisasi tidak terlepas dari tantangan regenerasi. Pergantian personil setiap tahun membikin Sanggar Tikar perlu mempersiapkan personil baru agar aktivitas organisasi dapat terus berjalan.
Untuk mengatasi perihal tersebut, Sanggar Tikar mempunyai aktivitas Orientasi Sanggar Tikar (OSKAR). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan organisasi kepada personil baru sekaligus mempersiapkan regenerasi kepengurusan dan personil selanjutnya.
Regenerasi dinilai krusial agar aktivitas nan telah melangkah sejak 2008 tidak berakhir pada satu generasi. Melalui proses tersebut, personil baru dapat mengenal beragam program dan aktivitas nan ada di Sanggar Tikar.
Dalam menjalankan beragam kegiatan, para personil juga mendapatkan pendampingan dari pembina. Pembinaan dilakukan dalam beragam aktivitas nan berangkaian dengan pengembangan seni dan produktivitas anggota.
Hingga saat ini, Sanggar Tikar SMA 3 Annuqayah terus menjalankan beragam aktivitas seni dengan melibatkan 32 anggota. Organisasi tersebut diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi siswi untuk mengembangkan minat dan bakat, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni. (ina/zul)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·