Kunjungan Perpusda Pamekasan Tembus 39 Ribu hingga Agustus

47 menit yang lalu 3

KABAR MADURA | Kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) M. Thabrani Pamekasan mencapai sekitar 39 ribu hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut berpotensi melampaui capaian sepanjang 2025 nan tercatat sekitar 48 ribu kunjungan.

Pustakawan Perpusda M. Thabrani Pamekasan, Kusairi, mengatakan tren kunjungan masyarakat terus menunjukkan peningkatan. Bahkan, jumlah kunjungan pada 2025 meningkat nyaris 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari tahun 2024 ke 2025 itu tingkat kunjungan naik nyaris 50 persen. Kemudian 2025 ke 2026 kita tetap belum final, tapi sepertinya kurang lebih bisa lebih tinggi,” ujar Kusairi.

Tren serupa terlihat dari jumlah kitab nan dipinjam masyarakat. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 4.692 kitab dipinjam. Sementara hanya dalam periode Januari hingga Agustus 2026, jumlahnya sudah mencapai 4.401 kitab alias nyaris menyamai capaian selama satu tahun sebelumnya.

Menurut Kusairi, peminjam didominasi kalangan mahasiswa. Buku-buku tersebut banyak dimanfaatkan sebagai referensi untuk mengerjakan tugas perkuliahan hingga tugas akhir.

Saat ini, Perpusda M. Thabrani tercatat mempunyai 22.203 anggota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.413 orang berstatus sebagai personil aktif.

Adapun koleksi nan paling banyak diminati masyarakat adalah kitab fiksi, seperti novel, cerita pendek (cerpen), dan puisi. Buku tematik, keagamaan, pendidikan, serta metode penelitian juga banyak dicari pengunjung.

Untuk memperluas jangkauan jasa dan meningkatkan minat baca, Perpusda menjalankan sejumlah program, mulai dari perpustakaan keliling, read aloud, konsultasi perpustakaan, outing class, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan umum maupun nonformal.

Melalui skema kerja sama tersebut, lembaga pendidikan dapat meminjam hingga 50 titel kitab dengan masa peminjaman maksimal tiga bulan.

Kusairi menyebut jumlah kunjungan dan peminjaman kitab condong berbanding lurus. Namun, kunjungan biasanya mengalami penurunan pada Agustus lantaran bertepatan dengan masa libur perkuliahan dan beragam aktivitas sekolah.

Terkait kondisi literasi di Pamekasan, Kusairi menyebut minat baca masyarakat tergolong tinggi berasas kajian nan pernah dilakukan. Namun, hasil tersebut tidak serta-merta sama dengan penilaian tingkat kegemaran membaca lantaran parameter dan metodologi pengukurannya lebih luas. (Moh. Rifqi Hafiluddin Firdaus/Fadilatul Kamilah/waw)

Selengkapnya