portalmadura.com — Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan tren positif pada awal pekan perdagangan.
Pada pembukaan pasar spot Senin (10/8/2026), mata duit Garuda bergerak menguat perkasa sebesar 87 poin alias 0,49 persen ke level Rp17.810 per dolar AS .
Capaian ini melanjutkan tren pemulihan rupiah nan mulai lepas dari tekanan psikologis Rp18.000 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat berada di posisi penutupan Rp17.897 per dolar AS pada akhir pekan lalu.
Penyebab Utama Penguatan Rupiah
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa performa solid rupiah dipengaruhi oleh rilis info persediaan devisa (cadev) Indonesia periode Juli 2026 nan terjaga stabil.
Kondisi eksternal juga turut memberi suntikan tenaga bagi penguatan nilai tukar domestik
Riset Sinarmas Sekuritas mencatat bahwa pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) terjadi akibat rilis info tenaga kerja AS nan kurang memuaskan.
Hal tersebut memicu ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS (The Fed) bakal menahan kenaikan suku kembang referensi .
Selain aspek global, likuiditas kurs asing di dalam negeri diproyeksikan makin tebal seiring dibukanya kembali aktivitas ekspor komoditas mineral mentah seperti nikel dan timah, nan mempercepat penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) .
Daftar Kurs Dolar AS di Bank Nasional (10 Agustus 2026)
Bagi masyarakat alias pelaku upaya nan hendak bertransaksi kurs asing, berikut adalah rincian kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank terkemuka per Senin (10/8/2026) pagi:
- PT Bank Central Asia Tbk (BCA): Harga beli e-rate ditetapkan sebesar Rp17.814 dan nilai jual sebesar Rp17.834 . Sementara pada TT Counter/Bank Notes, nilai beli berada di level Rp17.720 dan nilai jual Rp18.000 .
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI): Mematok kurs jual sebesar Rp18.516 dan kurs beli di posisi Rp17.545 per dolar AS .
Kombinasi antara persediaan devisa nan kuat dan berlanjutnya pasokan dolar AS dari sektor ekspor diharapkan bisa mempertahankan stabilitas rupiah dalam jangka panjang.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·