portalmadura.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi. Mata duit Garuda bergerak melemah seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar finansial dunia serta melonjaknya nilai komoditas daya dunia.
Berdasarkan info pasar finansial pada Jumat pukul 10.29 WIB, rupiah terkoreksi sebesar 43 poin alias setara 0,24 persen ke tingkat Rp17.979 per dolar AS. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp17.936 per dolar AS.
Kenaikan tajam nilai minyak mentah internasional menjadi aspek dominan nan membayangi pergerakan nilai tukar domestik. Harga minyak mentah jenis Brent sempat menembus nomor di atas US$95 per barel, nan dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di area Timur Tengah, khususnya gangguan jalur pelayaran strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Pengamat ekonomi mencermati bahwa lonjakan nilai minyak dunia berpotensi memperbesar beban impor daya nasional. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran penanammodal bakal timbulnya akibat twin deficit, ialah pelebaran defisit anggaran fiskal sekaligus defisit transaksi melangkah dalam waktu nan bersamaan.
Selain aspek komoditas, keperkasaan dolar AS juga ditopang oleh sikap hati-hati para pelaku pasar mengenai arah kebijakan suku kembang referensi bank sentral AS (The Fed). Tingginya akibat inflasi dunia akibat mahalnya nilai daya membikin ekspektasi suku kembang tinggi memperkuat lebih lama, sehingga mendorong aliran modal keluar menuju aset-aset berisiko rendah.
Sejumlah perbankan nasional mencatat ragam kurs jual dan beli untuk transaksi bentuk maupun elektronik pada pagi hari ini. Di Bank Mandiri misalnya, kurs e-rate/special rate dipatok pada kisaran Rp17.960 untuk beli dan Rp17.990 untuk jual, sementara di BCA berada pada tingkat Rp17.955 untuk beli dan Rp17.975 untuk jual.
Guna meredam volatilitas berlebih, pelaku pasar memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini bakal tetap berada dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS dengan pemantauan ketat dari Bank Indonesia di pasar uang.

2 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·