RS Larasati Pamekasan Jadi Pusat Operasi Katarak Gratis Hari Bakti TNI AD Se-Madura

1 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | RS Larasati Pamekasan dipercaya menjadi satu-satunya pusat penyelenggaraan operasi katarak cuma-cuma se-Madura dalam rangka Karya Bakti TNI Angkatan Darat (AD). Program kemanusiaan nan berjalan selama tiga hari, Selasa-Kamis (4-6/8/2026), itu menargetkan sekitar 250 pasien dari empat kabupaten di Pulau Madura.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Kesdam V/Brawijaya, Kodim 0826 Pamekasan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekaaan, dan RS Larasati Pamekasan. Seluruh pasien nan telah melalui proses skrining di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep dipusatkan untuk menjalani tindakan operasi di rumah sakit tersebut.

Direktur RS Larasati Pamekasan, dr. Khoirul Umam, menyampaikan, penunjukan rumah sakit nan dipimpinnya sebagai letak tunggal penyelenggaraan operasi katarak merupakan hasil survei lapangan dan koordinasi intensif antara Kesdam V/Brawijaya, Kodim 0826 Pamekasan dan Dinkes Pamekasan.

“Dari Bangkalan sampai Sumenep semua dipusatkan di sini. Target pasien berasas info skrining nan ditindaklanjuti dari desa-desa sekitar 200 hingga 250 orang,” paparnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, RS Larasati Pamekasan melakukan penyesuaian alur pelayanan agar penyelenggaraan operasi tidak mengganggu jasa kesehatan reguler. Selama tiga hari pelaksanaan, dua hari digunakan untuk tindakan operasi dan satu hari berikutnya untuk kontrol pascaoperasi.

Madura FM

Menurut dr. Umam, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa RS Larasati Pamekasan mempunyai kapabilitas dan standar pelayanan nan bisa menangani aktivitas medis berskala regional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa RS Larasati tetap eksis dan layak menjadi pilihan masyarakat. Skala kami bukan hanya Pamekasan, tetapi se-Madura dengan standar pelayanan katarak terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Dandenkes Surabaya dr. Yogi, menjelaskan, operasi katarak mempunyai karakter berbeda dibandingkan aktivitas hormat sosial kesehatan lainnya. Seluruh tindakan kudu dilakukan di satu letak nan mempunyai ruang operasi steril, peralatan lengkap, serta didukung tim master ahli mata.

“Operasi katarak beda dengan sunatan massal alias pengobatan umum nan bisa disebar per Kodim. Untuk katarak, tim master ahli mata kami dari Kesdam V/Brawijaya beserta perangkat dan obat-obatan bekerja di satu titik. Berdasarkan hasil survei ke beragam rumah sakit, RS Larasati Pamekasan paling representatif dari segi akses, kapabilitas menampung pasien, dan standar ruang operasi,” jelasnya.

Dia juga mengapresiasi support Dinkes Pamekasan nan dinilai berkedudukan krusial dalam penyediaan info pasien hasil skrining secara jeli sehingga proses pelayanan dapat melangkah lebih efektif.

Hal senada disampaikan Subkoordinator Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, dan Napza Dinkes Pamekasan, Rofiki. Menurutnya, hasil peninjauan lapangan berbareng Kesdam V/Brawijaya dan Kodim menunjukkan RS Larasati Pamekasan memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi pusat penyelenggaraan operasi katarak se-Madura.

“Kunjungan lapangan berbareng Kesdam V/Brawijaya dan Kodim memastikan RS Larasati Pamekasan mumpuni untuk menjadi tuan rumah. Fasilitas nan ada sudah sangat cukup, sehingga penanganan dipusatkan di satu titik agar penyelenggaraan melangkah efektif dan optimal,” pungkasnya. (Fit/Rul)

Selengkapnya