SAMPANG, koranmadura.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Indriani Yulia Mariska, menggelar reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) XIV.
Salah satu titik reses berjalan di kediaman Kepala Desa Ketapang Daya, Moch. Widjan. Masa reses dilaksanakan pada 25 Juli-1 Agustus 2026 di tiga letak di Kabupaten Sampang, ialah Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, serta Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang.
Dalam aktivitas tersebut, politisi Fraksi PDI Perjuangan asal Kabupaten Sumenep itu mendengarkan langsung beragam aspirasi masyarakat. Mulai dari pembangunan prasarana jalan, penerangan jalan umum (PJU), peningkatan mutu pendidikan, penguatan perekonomian melalui upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga persoalan sosial kemanusiaan, seperti kondisi kekeringan nan melanda sejumlah wilayah pelosok desa.
Politisi muda nan duduk di Komisi E DPRD Jawa Timur itu menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan XIV nan meliputi Pulau Madura, termasuk Kabupaten Sampang.
“Sebagai personil DPRD Jatim nan diamanahkan duduk di Komisi E ialah di bagian kesejahteraan rakyat meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, agama, dan sosial. Maka dengan menyerap aspirasi masyarakat, kami dapat mengetahui kondisi nan ada di bawah,” katanya.
Indriani Yulia Mariska mengungkapkan, terdapat sejumlah aspirasi masyarakat nan perlu mendapat perhatian serius. Di Kecamatan Robatal, misalnya, selain peningkatan prasarana jalan, penduduk juga menyampaikan kebutuhan bakal kesiapan air bersih serta pembangunan sarana penampungan air guna memenuhi kebutuhan masyarakat saat musim kemarau.
Di letak lainnya, Indriani menerima usulan peningkatan mutu pendidikan melalui pembangunan prasarana perpustakaan sebagai upaya meningkatkan budaya literasi generasi milenial.
Sementara itu, di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, masyarakat menginginkan peningkatan prasarana jalan, penerangan jalan umum (PJU), penguatan sektor pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi melalui UMKM.
“Untuk masyarakat Sampang, kami tetap berupaya dan berupaya agar apa nan diinginkan dapat terealisasi dan memberikan faedah secara berkepanjangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tokoh wanita Desa Ketapang Daya nan juga Ketua Ruang Lyna, dr. Chica Herlina, mengucapkan terima kasih atas kesempatan nan diberikan untuk menjembatani komunikasi antara personil DPRD Jawa Timur dengan masyarakat di desanya.
Ia mengaku masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran personil DPRD Jawa Timur tersebut untuk menyampaikan beragam keluhan dan usulan. Perempuan nan berkawan disapa dr. Lyna itu berambisi seluruh aspirasi masyarakat dapat diperhatikan dan diperjuangkan.
“Alhamdulillah Ibu Dewan menangkap dan memperhatikan saran masukan serta kemauan masyarakat. Dan sebenarnya reses nan dilakukan ibu majelis sudah melangkah beberapa kali di desa kami. Bahkan beberapa nan diajukan oleh desa kami, sudah terprogram dan terlaksana di desa kami. Dan angan kami dari masyarakat, apa nan disampaikan hari ini juga diberi perhatian unik dan berkelanjutan,” harapnya.
Istri Koordinator Wilayah PKDI Madura Raya itu juga menyampaikan, konsentrasi perjuangan personil DPRD Jawa Timur Indriani Yulia Mariska saat ini lebih diarahkan pada sektor pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat Sampang dari kemiskinan.
“Dengan adanya aktivitas reses ini, pastinya berakibat sangat positif sekali terutama bagi masyarakat Kabupaten Sampang,” terangnya. (MUHLIS/DIK)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·