KABAR MADURA | Keterbatasan ekonomi kerap menjadi halangan bagi banyak orang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang nan lebih tinggi. Namun, bagi Rahmat Zevian Febrianda alias nan berkawan disapa Vian, kondisi itu justru menjadi pemantik semangat untuk terus belajar dan melampaui pemisah keahlian diri.
Pemuda asal Madura nan lahir dari family dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah itu sukses membuktikan bahwa kerja keras dan keteguhan hati bisa mengubah jalan hidup. Vian sukses menorehkan prestasi membanggakan setelah resmi menjadi awardee alias penerima Beasiswa Unggulan Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Keberhasilan nan diraihnya tidak datang secara instan. Fondasi karakter dan mental pantang menyerah nan dimilikinya terbentuk selama menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Program Studi Teknik Industri Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Kampus itu menjadi tempat awal nan mengasah potensinya, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, sekaligus mempersiapkannya menjadi pribadi nan siap bersaing di bumi akademik.
Selama berkuliah di UNIBA Madura, Vian tidak hanya berprestasi di bagian akademik, tetapi juga aktif dalam beragam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, UNIBA Madura memberikan ruang nan luas untuk membentuk karakter kepemimpinan.
Keinginannya memperluas relasi dan jaringan pertemanan mendorongnya terlibat dalam beragam aktivitas organisasi. Dari pengalaman itu, dia ditempa secara konseptual maupun interpersonal sehingga mempunyai jejaring nan kemudian menjadi modal krusial dalam perjalanan hidupnya.
Usai menyelesaikan studi di UNIBA Madura, Vian tidak lantas merasa puas. Rasa mau tahu nan besar terhadap pengetahuan pengetahuan serta keinginannya memperluas jaringan di tingkat nasional justru mendorongnya untuk melangkah lebih jauh.
Keberaniannya kembali diuji ketika memutuskan melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana dengan mengambil Program Magister Teknik Mesin di Universitas Brawijaya (UB) Malang, salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Keputusan tersebut tentu bukan tanpa tantangan, terutama dari sisi finansial. Namun, mental pantang menyerah nan telah tertanam sejak menempuh pendidikan di UNIBA Madura membuatnya tetap optimistis. Melalui proses seleksi nan sangat kompetitif dengan ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia, Vian sukses lolos sebagai penerima Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen. Relasi nan dibangunnya selama aktif berorganisasi, ditambah kematangan langkah berpikir nan dimilikinya, menjadi modal krusial nan mengantarkannya meraih danasiwa bergengsi tersebut.
Bagi Vian, pencapaian ini bukan semata-mata keberhasilan pribadi, melainkan sebuah pembuktian bahwa siapa pun dapat meraih mimpi meski berasal dari latar belakang nan sederhana. Ia mau menginspirasi generasi muda agar tidak takut bermimpi, berani membangun relasi, dan terus belajar.
“Saya selalu memegang prinsip bahwa kita mungkin tidak bisa memilih dari family mana kita dilahirkan, tetapi kita punya kewenangan penuh untuk menentukan seberapa jauh kita melangkah. Keterbatasan finansial jangan sampai memutus harapan. Lewat organisasi dan relasi nan luas, kita bisa membuka pintu-pintu kesempatan nan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Dan saya sangat bersyukur, suasana akademis dan organisasi di UNIBA Madura telah menempa saya menjadi pribadi nan siap bersaing di tingkat nan lebih tinggi,” jelas Vian optimis.
Kini, di tengah kesibukannya menempuh perkuliahan Magister Teknik Mesin di Universitas Brawijaya, Vian terus melangkah dengan penuh keyakinan. Perjalanannya dari Madura hingga menembus salah satu kampus terbaik di Indonesia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak pernah menyerah pada keadaan. (ara/ong)

16 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·