Ketua Komisi Fatwa MUI Pamekasan, RKH. Abdul Hannan Tibyan. (DOK. KLIKMADURA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pamekasan menjadi perhatian beragam pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan menilai diperlukan izin unik untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap perilaku berisiko nan dapat memicu penularan HIV/AIDS.
Berdasarkan info nan dihimpun, sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 38 kasus HIV/AIDS. Sementara itu, sepanjang tahun 2025 jumlah kasus mencapai 89 orang.
Ketua Komisi Fatwa MUI Pamekasan, RKH. Abdul Hannan Tibyan, mengatakan HIV/AIDS merupakan penyakit nan dapat ditularkan melalui beragam jalur.
Dalam pandangan Islam, dia menyoroti hubungan seksual nan tidak dibenarkan sebagai salah satu perilaku nan kudu dicegah.
“Kalau menurut kami izin unik itu tentu perlu. Sehingga andaikan didukung oleh izin tidak hanya sebatas bisa dilakukan secara normatif tetapi juga norma positif, di samping perihal itu merupakan tuntunan agama,” ungkapnya.
Menurut Abdul Hannan, izin tersebut dapat mengatur langkah pembinaan terhadap pelanggaran, kemudian disertai peningkatan hukuman andaikan tidak menimbulkan pengaruh jera.
Namun, dia menegaskan bahwa pendekatan tersebut kudu dibarengi dengan upaya edukasi nan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Ia menilai lembaga pendidikan, baik sekolah negeri, swasta maupun pondok pesantren, perlu menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan moral, kesehatan, dan pencegahan penyakit menular.
Selain itu, keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh lintas kepercayaan juga dinilai penting. Menurutnya, persoalan HIV/AIDS bukan hanya rumor keagamaan, melainkan persoalan kemanusiaan nan memerlukan kerja sama semua pihak.
“Iya betul kudu ada upaya kolektif, lantaran ini menyangkut kemanusiaan. Bukan tentang kepercayaan lagi,” ujarnya.
Abdul Hannan berambisi pemerintah daerah, para orang tua, ulama, tenaga pendidik, serta seluruh tokoh masyarakat dapat bersinergi menekan nomor penularan HIV/AIDS di Pamekasan sehingga generasi muda dapat terlindungi dari penyakit tersebut.
“Semoga kita semua bisa terlindungi dari hal-hal seperti itu. Ketakwaan dan keagamaan di diri kita semoga tetap dijaga oleh Allah SWT,” tandasnya. (enk/nda)

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·