SAMPANG, koranmadura.com – Guna menanggulangi krisis air bersih di area rawan kekeringan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang melalui Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Karang Penang merencanakan program pengeboran sumber air. Program ini bekerja-sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah NU (LAZISNU) serta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU).
Ketua MWCNU Karang Penang, KH Ma’amal menyampaikan bahwa rencana pengeboran air bersih tersebut merupakan inisiatif berbareng para tokoh kepercayaan dan masyarakat. Langkah strategis ini menargetkan tujuh desa di Kecamatan Karang Penang nan tergolong area kekeringan kritis, ialah Desa Poreh, Karang Penang Oloh, Gunung Kesan, Karang Penang Onjur, Bulmatet, Blu’uran, serta sebagian dusun di Desa Tlambah.
“Semuanya nan mengalami kekeringan dan kekurangan air semuanya ada 7 desa. Dan sekrang ini sudah memasuki tahap survei serta tahap penentuan titik pengeboran,” katanya, Kamis, 6 Agustus 2026 hari ini.
KH Ma’amal merinci, dari tujuh desa terdampak, terdapat empat desa nan mengalami kondisi paling parah, meliputi Desa Poreh, Bulmatet, Karang Penang Oloh, dan Desa Gunung Kesan.
“Kekeringan ini selalu terjadi setiap tahun. Maka dari itu diinisiasi dilakukan pengeboran air untuk penduduk terdampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil kajian teknis menunjukkan hanya Desa Tlambah nan tetap mempunyai persediaan debit air tanah memadai untuk dieksplorasi. Sementara titik letak di desa lainnya tergolong susah lantaran keterbatasan potensi sumber air.
“Di desa Tlambah itu tetap terdapat persediaan sumber air dan tetap bisa dilalukan pengeboran air, namun ada sebagian di dusun Desa Tlambah bagian utara juga ada nan mengalami kekeringan,” jelasnya.
Rencananya, setelah pengeboran di Desa Tlambah rampung, air bersih bakal didistribusikan ke tujuh desa terdampak. Penyaluran memanfaatkan armada tangki air serta jaringan pipanisasi untuk wilayah nan terjangkau.
“Kegiatan ini mendapat support dari Pengurus Wilayah NU (PW NU) Jatim. Namun sebelumnya, kami telah melakukan pengedaran air bersih ke desa melalui LPBI NU serta Lazis NU,” katanya.
Saat ini tim lapangan tengah merampungkan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) teknis agar proses bentuk pengerjaan sumur bor dapat segera direalisasikan.
“Sekarang tetap penyelesaian RABnya, lantaran pihak Pengurus NU Jatim memasrahkan kepada kami. Namun semisal kesulitan, kelak PW nan membantu. Agar agenda memulai aktivitas pengeboran bakal segera dilakukan,” pungkasnya. (Muhlis/Fine)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·