Prodi DKV Unija Sukses Gelar Seminar Nasional di Keraton Sumenep, Kupas Strategi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Madura

2 hari yang lalu 6

Rektor Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep Dr. Sjaifurrachman, S.H., C.N., M.H. didampingi jejeran ketua universitas dan fakultas foto berbareng para pemateri. (KLIKMADURA)

SUMENEP | KLIKMADURA – Keraton Sumenep menjadi pusat obrolan pengembangan ekonomi imajinatif dan pariwisata Madura melalui seminar nasional nan digelar di Pendopo Museum Keraton Sumenep, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan nan diinisiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Wiraraja itu dihadiri akademisi, pelaku UMKM, organisasi kreatif, mahasiswa, hingga perwakilan pemerintah.

Seminar diawali dengan penampilan paduan bunyi nan menciptakan suasana khidmat. Ketua Program Studi DKV Universitas Wiraraja, Anis Kurli, mengapresiasi antusiasme peserta dan berambisi forum tersebut melahirkan pendapat nyata bagi kemajuan ekonomi imajinatif Madura.

“Terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta nan telah hadir. Semoga seminar ini menjadi ruang kerjasama untuk melahirkan penemuan dan memperkuat pengembangan ekonomi imajinatif serta pariwisata Madura,” ujarnya.

Rektor Universitas Wiraraja, Dr. Sjaifurrachman, S.H., C.N., M.H., menegaskan perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab mendorong pembangunan wilayah melalui kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada panitia nan sudah berkontribusi dalam seminar ini. Sinergi antara perguruan tinggi, bumi usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal krusial dalam membangun ekonomi imajinatif nan berkekuatan saing,” katanya.

Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Hukum dan Pemerintahan, Hisbul Wathan, nan mewakili Bupati Sumenep, menyampaikan wilayah tersebut mempunyai potensi besar di sektor pariwisata. Namun, potensi tersebut kudu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola destinasi.

“Sumenep mempunyai potensi wisata kesehatan, bahari, pantai, religi, keris, kuliner, event, fashion hingga anyaman. Tetapi kita juga kudu siap bersaing dengan wilayah lain, sehingga penguatan SDM dan tata kelola menjadi tantangan nan kudu dijawab bersama,” tegasnya.

Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Wawan Darmawan, memaparkan perkembangan sektor pariwisata Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan pengembangan lokasi wisata tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Kolaborasi adalah kunci utama membangun ekosistem pariwisata nan inklusif dan berkelanjutan. Desa wisata kudu terus mendapat support agar bisa berkembang dan memberikan faedah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi Bakorwil IV Pamekasan, Baidori, menilai peningkatan kualitas pendidikan menjadi aspek krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi imajinatif di Madura.

“Madura tetap mempunyai tantangan pada sektor pendidikan. Karena itu, peningkatan kualitas SDM kudu melangkah beriringan dengan pengembangan ekonomi imajinatif agar bisa meningkatkan daya saing daerah,” katanya.

Ketua Aspro DKV Indonesia Chapter Jawa Timur-Bali sekaligus Ketua Program Studi DKV Universitas Dinamika Surabaya, Dhika Yuan Yurisma, membujuk pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dan kreasi komunikasi visual sebagai strategi memperkuat pemasaran produk.

“Desain bukan sekadar estetika, tetapi menjadi identitas sebuah produk. Ketika dipadukan dengan teknologi digital, produk lokal bakal mempunyai kesempatan lebih besar untuk bersaing di pasar nasional maupun global,” jelasnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wiraraja, Rillia Aisyah Haris, memaparkan pentingnya tata kelola kolaboratif. Khususnya, dalam membangun ekosistem ekonomi imajinatif dan pariwisata Madura.

“Maukah Sumenep dan seluruh komponen betul-betul mewujudkan Nusantara? Tentu mau. Tetapi kudu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas wacana,” tegasnya.

Seminar berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab nan diikuti mahasiswa, pelaku UMKM, dan organisasi kreatif. Berbagai masukan dan pendapat mengemuka sebagai corak komitmen berbareng untuk memperkuat sektor ekonomi imajinatif dan pariwisata Madura.

Rangkaian aktivitas juga dimeriahkan dengan pameran karya SOMA nan tetap berjalan hingga Senin (20/7/2026) di Pendopo Keraton Sumenep. Pengunjung dapat mengikuti workshop painting on mini canvas dan menikmati pameran nan dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya. (nda)

Selengkapnya