PKKMB UTM Diikuti 4.214 Maba, Rektor Tekankan Spirit Perjuangan Raden Trunojoyo

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 4.214 mahasiswa baru nan berasal dari 28 provinsi di Indonesia.

Pembukaan PKKMB itu sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Senat Terbuka dan Orasi Kebangsaan bertema “Ekosistem Pendidikan Tinggi dan Tantangan Teknologi Cerdas untuk Kampus Berdampak” nan berjalan di Gedung Pertemuan R.P. Moh. Noer UTM.

Sejumlah tokoh turut datang dalam agenda tersebut, di antaranya Wakil Ketua Komisi XI DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani, CEO PT. Bawang Mas Group H. Khairul Umam (Haji Her), serta seniman Madura KH. D. Zawawi Imron.

Tidak hanya berasal dari beragam wilayah di Indonesia, PKKMB tahun ini juga diikuti 11 mahasiswa internasional dari 9 negara.

Keberagaman latar belakang mahasiswa itu menjadi momentum bagi UTM untuk memperkuat karakter mahasiswa baru sekaligus mengenalkan identitas kampus nan berpijak pada nilai-nilai lokal Madura.

Madura FM

Rektor UTM, Safi’, mengatakan, PKKMB tahun ini berjalan selama enam hari. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga tingkatan, ialah dua hari di tingkat universitas, dua hari di tingkat fakultas, dan dua hari di tingkat program studi.

“PKKMB ini berjalan selama enam hari. Dua hari di tingkat universitas, kemudian dua hari di tingkat fakultas dan dua hari di tingkat program studi,” ujarnya, Senin(10/8/2026)

Menurut Rektor Safi’, PKKMB bukan sekadar agenda seremonial untuk menyambut mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal untuk membantu mahasiswa mengenali lingkungan akademik sekaligus memahami beragam ruang pengembangan diri nan tersedia di UTM.

Mahasiswa baru diperkenalkan dengan struktur organisasi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana kampus, hingga beragam organisasi kemahasiswaan.

“Harapannya dengan kita proaktif memberitahukan melalui media PKKMB ini, mereka bakal lebih sigap proses adaptasinya, sehingga lebih sigap juga proses pengembangan dirinya,” tegasnya.

Rektor Safi’ mengungkapkan, UTM tidak hanya mau menghasilkan lulusan nan unggul secara akademik. UTM juga berupaya membentuk mahasiswa nan handal secara mental, berdikari dalam kepribadian, serta mempunyai keahlian kepemimpinan.

Pembentukan karakter itu dilakukan melalui proses pembelajaran, penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta keterlibatan mahasiswa dalam beragam aktivitas kemahasiswaan.

“Kami harapkan lulusan UTM tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga handal dari sisi mental, berdikari dari sisi kepribadian dan mempunyai keahlian leadership,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, nan menjadi perhatian unik pada PKKMB 2026 adalah penguatan nilai-nilai ke-Trunojoyo-an. Mahasiswa baru mulai dikenalkan secara lebih mendalam dengan sosok Raden Trunojoyo, termasuk perjalanan perjuangan, prinsip, dan nilai-nilai nan dinilai relevan untuk diteladani generasi muda.

“Kami mulai tahun ini mengenalkan tentang sosok Raden Trunojoyo, termasuk prinsip dan nilai-nilai nan patut kita teladani dan kita internalisasi,” terangnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, UTM juga berencana menerbitkan vektor karakter ke-Trunojoyo-an serta kitab nan mengulas perjalanan Raden Trunojoyo.

Bagi Rektor Safi’, semangat perjuangan Raden Trunojoyo tidak cukup dimaknai sebagai romantisme sejarah. Nilai perjuangan tersebut kudu diterjemahkan sesuai dengan tantangan nan dihadapi bangsa pada masa kini.

Jika pada masa lampau Raden Trunojoyo berjuang menghadapi kolonialisme VOC nan bekerja-sama dengan Mataram, generasi muda saat ini menghadapi medan perjuangan nan berbeda.

“Trunojoyo dalam konteks kebutuhan bangsa dan negara saat ini bukan lagi Trunojoyo pada saat itu, tapi Trunojoyo saat ini,” ungkapnya.

Semangat perjuangan tersebut, kata Rektor Safi’, dapat diwujudkan generasi muda melalui beragam upaya untuk memajukan Indonesia sekaligus membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.

“Spiritnya sama, tetapi bentuknya berbeda. Berjuang untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, membebaskan dari kemiskinan, dari kebodohan, dari keterbelakangan,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya