Kesuksesan pekerjaan tidak pernah datang secara instan. Di kembali setiap pencapaian, terdapat proses panjang nan dipenuhi kerja keras, pengorbanan, dan tekad untuk terus berkembang. Hal itulah nan tergambar dalam perjalanan hidup Ibnu Hajar, seorang pemuda asal Madura nan sukses membuktikan bahwa konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian menghadapi tantangan bisa mengantarkannya dipercaya mengemban kedudukan sebagai Supervisor Project (SPV Project) di PT Sarana Inti Makmur Bersama.
Perjalanan tersebut dimulai ketika Ibnu Hajar memutuskan menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Industri, Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Baginya, memilih Teknik Industri bukan sekadar mengejar gelar sarjana, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kompetensi dalam bagian manajemen industri, pengendalian kualitas, peningkatan produktivitas, hingga penyelesaian beragam persoalan nan dihadapi bumi industri.
Selama menjalani perkuliahan, Hajar tidak hanya konsentrasi pada prestasi akademik. Ia meyakini bahwa seorang mahasiswa kudu mempunyai keahlian kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama nan baik sebagai bekal memasuki bumi kerja. Keyakinan tersebut mendorongnya aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UNIBA Madura selama dua periode kepengurusan.
Melalui organisasi, dia banyak belajar mengenai kepemimpinan, manajemen kegiatan, penyelesaian konflik, pengambilan keputusan, hingga membangun relasi dengan mahasiswa dari beragam latar belakang.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi salah satu fondasi krusial dalam membentuk karakter profesionalnya. Berbagai program kerja, aktivitas kemahasiswaan, dan tanggung jawab nan diemban mengajarkannya untuk berpikir sistematis, bisa bekerja di bawah tekanan, serta memimpin tim dalam mencapai tujuan bersama.
Selain aktif di organisasi, Hajar juga berupaya memperluas pengalaman dengan terjun langsung ke bumi industri melalui program magang di CV Wesi Aji Sejahtera, Osowilangun, Surabaya. Pada perusahaan nan bergerak di bagian modifikasi kontainer tersebut, dia memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung proses kerja industri, mulai dari perencanaan proyek, proses produksi, pengendalian kualitas, koordinasi antarbagian, hingga penyelesaian pekerjaan sesuai sasaran nan telah ditetapkan perusahaan.
Pengalaman magang tersebut menjadi titik awal nan memperkuat pemahaman Hajar mengenai gimana teori nan dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam kondisi nyata di lapangan. Ia belajar bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga komunikasi nan efektif, kedisiplinan, manajemen waktu, dan keahlian bekerja sama dengan beragam pihak.
Di kembali proses tersebut tentu terdapat beragam tantangan nan kudu dihadapi. Tekanan akademik, tuntutan organisasi, hingga proses mempersiapkan diri menghadapi bumi kerja menjadi bagian dari perjalanan nan membentuk mental serta karakter kepemimpinannya. Namun, setiap tantangan justru dijadikan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan keahlian diri dan memperluas pengalaman.
Bekal akademik, pengalaman organisasi, serta pengalaman magang akhirnya menjadi modal berbobot ketika memasuki bumi profesional. Setelah menyelesaikan pendidikan di Teknik Industri UNIBA Madura, Hajar terus mengembangkan keahlian dan membangun kepercayaan melalui dedikasi serta etos kerja nan tinggi.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika dia dipercaya berasosiasi dengan PT Sarana Inti Makmur Bersama.
Berkat kompetensi, tanggung jawab, dan keahlian memimpin tim, Hajar memperoleh amanah sebagai Supervisor Project (SPV Project). Dalam posisi tersebut, dia bertanggung jawab mengoordinasikan penyelenggaraan proyek, memastikan pekerjaan melangkah sesuai target, mengawasi kualitas hasil pekerjaan, mengelola sumber daya, serta menjembatani komunikasi antara perusahaan, tim pelaksana, dan pihak mengenai agar setiap proyek dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.
Bagi Hajar, kedudukan tersebut bukan sekadar pencapaian karier, melainkan amanah nan kudu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia percaya bahwa setiap pengalaman nan diperoleh selama kuliah, aktif di HMTI, hingga menjalani magang merupakan proses nan telah membentuk karakter kepemimpinannya hingga bisa bersaing di bumi industri.
“Saya percaya bahwa setiap proses mempunyai nilai. Kuliah memberikan ilmu, organisasi mengajarkan kepemimpinan, sedangkan magang memberikan pengalaman nyata tentang bumi industri. Semua proses itu menjadi bekal ketika saya memasuki bumi kerja. Tidak ada upaya nan sia-sia selama kita terus belajar, disiplin, dan berani mengambil setiap kesempatan nan datang,” ujar Ibnu Hajar.
Kisah perjalanan Ibnu Hajar menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik semata, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, aktif mengembangkan diri, dan berani mengambil pengalaman di luar ruang kelas. Dari bangku kuliah Teknik Industri, aktif memimpin di HMTI selama dua periode, memperoleh pengalaman industri melalui magang di CV Wesi Aji Sejahtera, hingga akhirnya dipercaya menjadi Supervisor Project di PT Sarana Inti Makmur Bersama, seluruh proses tersebut menjadi rangkaian perjalanan nan membentuknya menjadi seorang ahli muda.
Perjalanan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda lainnya bahwa kesempatan untuk meraih kesuksesan selalu terbuka bagi mereka nan mau berproses, memperluas pengalaman, serta tidak pernah berakhir belajar. Sebab, keberhasilan bukanlah hasil dari satu langkah besar, melainkan akumulasi dari langkah-langkah mini nan dilakukan secara konsisten setiap hari. (*)

56 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·