Penanganan Medis Puluhan Peserta Pingsan saat Gerak Jalan di Pamekasan Disorot, Penyelenggara Minta Maaf

6 jam yang lalu 6

KABAR MADURA | Pelaksanaan mobilitas jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sederajat di Pamekasan menyisakan sorotan.

Puluhan peserta pingsan menjelang garis finis, sementara proses penanganan dan pemindahan peserta nan memerlukan pertolongan medis dinilai belum melangkah maksimal.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khomarul Wahyudi, mengatakan, kesiapan jasa kesehatan kudu menjadi perhatian utama penyelenggara, terutama dalam aktivitas nan memerlukan daya fisik. Sebab, kelelahan sangat berpotensi terjadi.

“Kesiapan jasa kesehatan kudu diperhatikan sejak awal oleh penyelenggara kegiatan. Jadi pelibatan tenaga medis dan akomodasi penunjang kudu diperhatikan betul,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pamekasan, Muzanni, mengatakan, peserta mengalami kelelahan nan diduga dipengaruhi kondisi cuaca nan cukup panas.

Madura FM

“Kami telah menyiapkan tim kesehatan untuk mengawal peserta sejak garis start, dan langsung melakukan penanganan kepada peserta nan membutuhkan,” jelasnya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, peserta nan mengalami pingsan langsung dievakuasi menuju akomodasi kesehatan menggunakan ambulans maupun kendaraan pribadi. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan evakuasi.

Dia mengakui, situasi di lapangan sempat cukup krodit ketika sejumlah peserta memerlukan pertolongan dalam waktu bersamaan. Meski demikian, seluruh peserta nan mengalami pingsan disebut telah mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kondisi tersebut diduga disebabkan oleh kelelahan serta cuaca nan cukup panas selama penyelenggaraan mobilitas jalan.

“Kami ikut berempati bakal kejadian ini. Kami juga minta maaf. Ini di luar kendali kami, lantaran ini sudah kami persiapkan sebaik mungkin,” tegasnya.

Diketahui, rute mobilitas jalan dimulai dari Monumen Arek Lancor. Peserta kemudian melintasi Jalan KH. Agus Salim, Jalan Ronggosukowati, Jalan Stadion, dan Jalan Jokotole, sebelum kembali ke Monumen Arek Lancor. (nur/zul)

Selengkapnya