Pemain Diskors Tetap Berlaga, Sanksi PBVSI Sumenep Dipertanyakan

17 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Penerapan hukuman terhadap pemain dalam kejuaraan bola voli di Sumenep menjadi sorotan.  Suli, pecinta bola voli asal Pulau Kangean mempertanyakan konsistensi penerapan hukuman nan dikeluarkan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumenep. Sanksi PBVSI Sumenep tersebut dinilai bermasalah.

Sorotan itu mencuat setelah seorang pemain berjulukan Noval, nan sebelumnya disebut mendapat hukuman alias skorsing dari PBVSI Sumenep, diketahui tetap tampil dalam sebuah turnamen bola voli di wilayah Kepulauan Kangean. 

Padahal, turnamen tersebut disebut telah mendapatkan rekomendasi dari PBVSI Sumenep. Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan pecinta bola voli mengenai sejauh mana hukuman tersebut bertindak dan gimana sistem pengecualian bagi pemain nan sedang menjalani hukuman.

Pecinta bola voli asal Desa Laok Jang-Jang, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, M Suli, mengatakan BAHWA persoalan tersebut bukan ditujukan kepada pribadi Noval. Menurutnya, nan perlu diperjelas adalah dasar norma serta sistem resmi mengenai hukuman nan dikeluarkan PBVSI Sumenep. 

“Pertanyaannya sederhana, Jika Noval sebelumnya dikenai hukuman sehingga tidak diperbolehkan bermain di wilayah Kabupaten Sumenep, kenapa nan berkepentingan dapat bermain di Kangean?” kata Suli. 

Madura FM

Menurut dia, jika hukuman terhadap pemain tersebut tetap berlaku, PBVSI Sumenep perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar diperbolehkannya pemain berkepentingan tampil dalam turnamen. 

Sebab, kata Suli, hukuman berupa skorsing semestinya mempunyai batas nan jelas, termasuk mengenai wilayah pertandingan, jenis kompetisi, serta masa bertindak hukuman. 

“Jika betul hukuman tetap berlaku, pengecualian ini perlu dijelaskan secara terbuka. Siapa nan memberikan pengecualian, berasas keputusan apa, dan apakah keputusan tersebut sesuai dengan AD/ART, izin pertandingan, serta ketentuan disiplin PBVSI,” ujarnya. 

Suli menilai kejelasan patokan menjadi perihal krusial dalam menjaga marwah organisasi sekaligus memastikan seluruh pemain mendapatkan perlakuan nan sama. 

Dia berambisi PBVSI Sumenep tidak hanya menjelaskan persoalan tersebut kepada pihak-pihak nan berkepentingan, tetapi juga memastikan izin dapat dipahami oleh seluruh klub dan peserta kompetisi. 

“Jangan sampai muncul kesan bahwa hukuman hanya bertindak bagi sebagian pemain, sementara pihak tertentu mendapatkan perlakuan khusus,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua PBVSI Sumenep Syamsul Muarif membantah adanya pelanggaran terhadap ketentuan sanksi. Ia menegaskan bahwa surat keputusan nan dikeluarkan PBVSI Sumenep telah mengatur secara jelas mengenai status pemain nan dikenai skorsing. 

Menurut Syamsul, pemain nan sedang menjalani hukuman tersebut tetap diperbolehkan bermain di wilayah asalnya. 

“Itu aturannya sudah jelas. Bahkan surat nan dikeluarkan sudah berasas keputusan semua pengurus harian,” kata Syamsul. (ara/waw)

Selengkapnya