Pakai AI Sepuluh Menit Saja, Jika Tidak Mau Begini Dampaknya

6 hari yang lalu 7

Kompas.id

ARENAMADURA.COM, SAINS – Kita semua udah pada tahu sih jika kebanyakan pakai AI tuh nggak bagus buat otak. Kalau udah kebiasaan minta jawaban instan ke chatbot tanpa mikir sendiri, lama-lama keahlian berpikir kritis kita bakal tumpul. Solusinya? Ya jangan ketergantungan aja. Gampang kan? Eh, rupanya nggak segampang itu.

Sebuah studi terbaru dari peneliti di Carnegie Mellon, MIT, Oxford, dan UCLA nemuin kebenaran mencengangkan: hanya perlu sekitar 10 menit pakai AI buat mulai bikin otak kita ‘mager’ berpikir. Keterlaluan banget kan?

Para peneliti bagi peserta ke beberapa kelompok, lampau kasih soal-soal pemahaman referensi dan matematika. Satu golongan ngerjain sendiri kayak biasa. Kelompok lainnya dibantu chatbot AI pake model GPT-5 punya OpenAI. Terus, tanpa pemberitahuan sebelumnya, support AI tiba-tiba dicabut di tengah jalan. Hasilnya? Kacau balau dan sekaligus bikin geli.

Orang-orang nan sebelumnya berjuntai sama AI langsung drop performanya turun sekitar 20 persen dibandingkan nan dari awal ngerjain sendiri. Mereka juga nyaris dua kali lebih mungkin buat nyerah dan nggak ngejawab pertanyaan sama sekali. Pola nan sama terjadi baik di soal matematika maupun bacaan. Intinya, begitu kita terbiasa dimanjain AI, kita jadi males berupaya nyari solusi sendiri pas ketemu soal sulit.

Yang paling parah? Mereka nan pake AI buat dapetin jawaban instan tanpa upaya sama sekali. Tapi nan pake AI kayak tutor hanya minta petunjuk alias arahan, bukan jawaban utuh tetap bisa tampil lumayan baik setelah support AI dicabut.

Ini masalah besar, terutama buat bumi pendidikan dan kerja.

Para peneliti ngingetin jika kebiasaan nyerahin semua pekerjaan otak ke AI bisa bikin kita jauh dari proses belajar nan sesungguhnya. Padahal, justru dari menghadapi masalah susah itulah kita belajar berkembang. Kalau semua udah dipermudah, lama-lama kita kehilangan keahlian buat berpikir mandiri. Jadi, yuk pakai AI secukupnya biar otak tetap on dan nggak tumpul!

Editor: Redaksi

Post navigation

Selengkapnya