NIHONGO Partners Gelombang 24 Perkuat Pertukaran Bahasa Jepang-Indonesia, Madura Jadi Perhatian

2 jam yang lalu 1

Seluruh undangan foto berbareng usai upacara Penyambutan NIHONGO Partners Gelombang 24 Wilayah Jawa Timur. (KLIKMADURA)

SURABAYA || KLIKMADURA  — Hubungan Jepang dan Indonesia terus diperkuat melalui pendidikan dan pertukaran budaya. Hal tersebut tercermin dalam Upacara Penyambutan NIHONGO Partners Gelombang 24 Wilayah Jawa Timur.

Kegiatan tersebut menghadirkan penutur original bahasa Jepang untuk bekerja-sama langsung dengan pembimbing dan siswa di satuan pendidikan.

Program nan digagas The Japan Foundation tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal bahasa, budaya, dan kebiasaan Jepang secara lebih dekat.

Sejak dilaksanakan pada 2014, NIHONGO Partners telah ditempatkan di beragam SMA dan SMK di Indonesia dan mulai diperluas ke Madrasah Aliyah sejak 2024.

Pada 2026, sebanyak 118 NIHONGO Partners dijadwalkan ditempatkan di beragam wilayah Indonesia. Khusus Jawa Timur, program tersebut telah menjangkau 32 sekolah.

Sementara di wilayah Madura, NIHONGO Partners datang di SMAN 1 Bangkalan dan SMKN 3 Bangkalan. KONO Nanoka, penduduk negara Jepang, menjadi mitra nan ditempatkan di kedua sekolah tersebut.

Director General The Japan Foundation, Jakarta, INAMI Kazuki, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan Jepang dan Indonesia melalui pendidikan dan pertukaran budaya.

“Program ini diharapkan semakin mempererat hubungan Jepang dan Indonesia melalui pendidikan dan pertukaran budaya,” ujar INAMI Kazuki.

Hal senada disampaikan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, H.E. TAKONAI Susumu. Ia menekankan pentingnya penguatan hubungan kedua negara, khususnya di bagian pendidikan dan kebudayaan.

Program tersebut juga mendapat support dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Agama Jawa Timur. Pengembangan NIHONGO Partners diharapkan dapat terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak satuan pendidikan, termasuk madrasah di Jawa Timur.

Bagi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan, aktivitas tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membuka komunikasi dengan The Japan Foundation dan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya.

Pertemuan berjalan hangat dan membuka kesempatan penguatan sinergi, terlebih terdapat NIHONGO Partner nan saat ini bekerja di Bangkalan, salah satu wilayah kerja Imigrasi Pamekasan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak The Japan Foundation menyampaikan rencana kunjungan ke Pamekasan dalam waktu dekat.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk berganti info mengenai keberadaan penduduk negara Jepang dan NIHONGO Partners di wilayah Madura, sekaligus membuka kesempatan kerja sama di bagian edukasi dan literasi keimigrasian.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk membuka komunikasi dan memperkuat sinergi, khususnya lantaran terdapat NIHONGO Partner nan saat ini bekerja di Bangkalan, nan merupakan salah satu wilayah kerja Imigrasi Pamekasan,” demikian disampaikan dalam konteks pertemuan tersebut.

Ke depan, komunikasi tersebut dapat dikembangkan melalui courtesy call ke Kantor Imigrasi Pamekasan.

Langkah ini diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan antara Imigrasi Pamekasan, The Japan Foundation, dan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya.

Sekaligus, membuka ruang kerjasama di bagian pendidikan, kebudayaan, dan keimigrasian. (nda)

Selengkapnya