KABAR MADURA | Tidak semua orang lahir dari family dengan latar belakang hukum, tapi itu tidak menghalangi Dita Amalia Nur Safitri, S.H., M.Kn. untuk menapaki jenjang tertinggi di bagian tersebut. Sebagai anak Kepala Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, dia justru menjadikan posisinya sebagai perintis di keluarganya sebagai motivasi untuk terus berkembang, mulai dari bangku kuliah, bumi pekerjaan hukum, hingga sekarang mengabdi sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura sekaligus menempuh Program Doktor Hukum dan Pembangunan di Universitas Airlangga.
Sebagai anak pertama dan sarjana norma pertama di keluarganya, Dita menyelesaikan pendidikan S1 pada 2021, lampau melanjutkan Magister Kenotariatan (M.Kn.) nan tuntas pada 2023 di Universitas Airlangga, dan Kini dia sedang menempuh Program Doktor Hukum dan Pembangunan Program Pascasarjana Universitas Airlangga, dengan konsentrasi riset kebijakan fiskal biaya desa, bagian nan bergesekan langsung dengan tempat dia dibesarkan.
Selama masa kuliah, Dita mengaku tidak mengejar ambisi menjadi nan terpintar di kelas. Ia lebih memilih memperluas relasi lintas fakultas serta aktif di organisasi kemahasiswaan, seperti BEM, Ikatan Duta Kampus, dan Duta Pariwisata di Sumenep, sebuah bekal nan menurutnya membentuk langkah pandangnya dalam bergerak di beragam bagian hingga hari ini.
Motivasi terbesar dalam perjalanan akademiknya datang dari orang tua nan membiayai penuh pendidikannya melalui jalur mandiri, dari S1 hingga S3. Bagi Dita, support itu menumbuhkan rasa tanggung jawab besar: sebagai lulusan norma pertama di keluarganya, dia menjadi rujukan bagi lingkungan terkecilnya maupun desa tempat ayahnya menjabat kepala desa. Tanpa latar belakang family di bagian hukum, dia kudu membangun peta jalannya sendiri.
Di bagian pekerjaan hukum, Dita terdaftar sebagai Anggota Luar Biasa Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan ALB IPPAT sejak 2023, tak lama setelah menyelesaikan studi magisternya. Ia juga tercatat sebagai personil PERADI sebagai calon advokat setelah menuntaskan PKPA dan UPA.
Menurutnya, ketertarikannya menjajal bumi advokat lahir dari jiwa eksplorasi nan tinggi, kemauan untuk terus belajar perihal baru di luar bagian kenotariatan, sembari membangun relasi dengan penegak norma lainnya.
Progres akademiknya di jenjang doktoral pun tak berakhir di ruang kelas. Ia telah mempunyai publikasi jurnal dan saat ini sedang menggarap penelitian untuk jurnal bereputasi Q2, sejalan dengan konsentrasi risetnya pada kebijakan fiskal biaya desa.
Kini, dedikasi Dita di bumi akademik bersambung sebagai Dosen Tetap Fakultas Hukum UNIBA Madura. Baginya, mengajar bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan juga ruang untuk berbagi pengalaman lintas profesi, mulai dari kenotariatan hingga bumi advokasi, kepada generasi norma baru di Madura.
Di luar bumi hukum, Dita punya sisi lain nan tak kalah aktif. Kegemarannya traveling dan menjajal kuliner mancanegara dia ubah menjadi kesempatan upaya jasa titip (jastip), baik domestik dari Bali-Jakarta-Surabaya, maupun internasional khususnya Thailand-Malaysia, kegemaran nan menurutnya sekaligus menguntungkan. Kemampuannya berkata Indonesia Inggris dan Arab juga membuatnya kerap dipercaya menjadi pembawa aktivitas (MC), baik untuk aktivitas umum maupun nonformal.
“Lebih baik jadi orang besar di lingkungan nan kecil, daripada jadi orang mini di lingkungan nan besar. Tapi untuk berfaedah bagi orang lain, Anda tidak perlu menunggu menjadi orang besar,” ujar Dita, menggambarkan semangat nan mewarnai perjalanannya.
Bagi Dita, harapannya untuk masyarakat Madura, khususnya perempuan-perempuan dahsyat di sana, adalah agar tidak takut mempunyai mimpi setinggi dan sebanyak mungkin, serta terus belajar tanpa henti. Ia tak menampik tetap ada stigma di masyarakat bahwa wanita berilmu tinggi “ditakuti” laki-laki. Namun baginya, perihal itu bukan soal menyaingi laki-laki, melainkan tentang memperbaiki generasi.
Melalui perpaduan latar belakang sebagai akademisi, praktisi hukum, pegiat bisnis, Dita Amalia Nur Safitri menunjukkan bahwa pengabdian dan pengembangan diri dapat ditempuh lewat banyak jalur, pendidikan, profesi, hingga eksplorasi minat pribadi, sebagai bagian dari ikhtiarnya memberi faedah bagi masyarakat Madura, khususnya melalui perannya sebagai pendidik di UNIBA Madura. (*)

1 hari yang lalu
10







English (US) ·
Indonesian (ID) ·