Bupati Pamekasan Kholilurrahman (baju hitam) didampingi sejumlah kepala OPD dan Kepala Desa Jambringin, Kecamatan Proppo Nurul mengecek letak pembangunan SR Pamekasan. (ISTIMEWA).
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) Pamekasan di Kecamatan Proppo terus dipersiapkan. Salah satu pekerjaan nan perlu dilakukan adalah pelebaran akses jalan menuju lokasi, dari semula sekitar 4 meter menjadi 6 meter.
Pelebaran akses tersebut berakibat pada lahan milik 49 warga. Meski demikian, Pemerintah Desa Jambringin menyebut masyarakat memberikan respons positif dan mendukung program pemerintah pusat tersebut.
Kepala Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, Nurul mengatakan, pihaknya bakal melakukan pendekatan kepada penduduk nan lahannya terdampak pelebaran jalan. Sosialisasi sebelumnya telah dilakukan, meski belum seluruh penduduk dapat hadir.
“Karena dari kemarin-kemarinnya sudah melakukan sosialisasi, hanya saja lantaran ada beberapa kesibukan jadi memang ada nan tidak hadir,” katanya.
Nurul memastikan, penduduk nan terdampak pelebaran jalan menyambut baik pembangunan SR di wilayah tersebut. Menurutnya, support masyarakat menjadi modal krusial agar proses pembangunan melangkah lancar.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengapresiasi support masyarakat terhadap pembangunan SR. Menurutnya, antusiasme penduduk terlihat saat pemerintah melakukan peninjauan letak pembangunan berbareng sejumlah organisasi perangkat wilayah (OPD) terkait.
“Saya mengucapkan terima kasih lantaran kawan-kawan bekerja dari awal sampai saat ini cukup terlihat hasilnya. Dan nyaris 100 persen penduduk datang semua dan semuanya setuju serta mendukung program ini,” ujarnya.
Namun, Kholilurrahman mengingatkan agar tidak ada pihak nan memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi. Ia secara unik meminta agar tidak terjadi permainan nilai lahan nan terdampak pembangunan maupun pelebaran akses jalan.
Mantan personil DPR RI itu menegaskan, andaikan ditemukan pihak nan sengaja memainkan nilai lahan, pemerintah bakal memberikan hukuman sesuai ketentuan nan berlaku.
Saat meninjau lokasi, Kholilurrahman menilai lahan nan disiapkan untuk pembangunan SR sudah cukup baik dan memenuhi persyaratan luas minimal 5 hektare.
Meski demikian, terdapat sejumlah titik dengan kondisi tanah nan cukup curam sehingga memerlukan pekerjaan cut and fill agar permukaan lahan menjadi rata dan padat.
“Dan juga pada pengerjaan ini kudu dikerjakan dengan baik. Sehingga itu kelak kedalamannya bisa rata dan padat,” tegasnya.
Kholilurrahman menjelaskan, anggaran pembangunan gedung SR dan pelebaran akses jalan berasal dari dua anggaran berbeda. Pembangunan gedung SR diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp10 miliar nan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sementara itu, pembangunan dan pelebaran akses jalan menuju letak SR bakal menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan.
“Semoga terlaksana dengan baik, semuanya melangkah dengan lancar dan support serta kerjasama masyarakat menjadi perihal nan utama bagi kami semua,” pungkasnya. (enk/nda)

3 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·