Kuota Inden IBS PKMKK Pamekasan Lulus Fully Booked hingga 2028, Utamakan Kesetaraan Fasilitas Santri

1 jam yang lalu 1

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Komitmen terhadap kualitas pendidikan Islam nan berkeadilan dan bermartabat. Begitulah spirit nan ditunjukkan oleh Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, lembaga pendidikan ini resmi mengumumkan terpenuhinya pagu pendaftaran inden santri untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga tahun 2028 dan Madrasah Aliyah (MA) untuk tahun 2027.

Berdasarkan info resmi lembaga, kuota santri MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning telah terpenuhi sebanyak 120 orang untuk tahun aliran 2027 dan 2028, ditambah 75 orang nan tercatat dalam daftar cadangan.

Sementara itu, untuk jenjang MA, kuota 35 santri untuk tahun 2027 juga telah terpenuhi secara penuh dengan 10 orang berada di daftar cadangan.

Direktur Utama PKMKK Pamekasan, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah santri ini dilakukan secara ketat dan terukur demi menjaga proporsi serta kualitas akomodasi pendidikan nan disediakan oleh pihak pesantren.

“Pembatasan ini kami lakukan demi mengimbangi kepantasan dan kesiapan akomodasi nan ada. Kami mau memastikan setiap santri nan masuk ke MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning mendapatkan jasa pendidikan terbaik dengan kesetaraan fasilitas,” jelasnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (17/8/2026).

Di IBS PKMKK, tambah Ketua Senat UIN Madura itu, tidak boleh ada perbedaan akomodasi antara santri dari family kaya maupun miskin, ataupun antara santri nan pandai dan nan belum ‘cerdas istimewa’.

“Semua mendapatkan kewenangan dan akomodasi nan sama,” tegas Prof. Achmad Muhlis.

Kebijakan pembatasan ini bertumpu pada standar kenyamanan dan kesehatan santri dalam menuntut ilmu, antara lain:

Pertama, Asrama Sehat & Kondusif. Setiap santri dijamin mempunyai tempat rehat nan sehat dan layak agar mempunyai ruang nan cukup untuk berkarya secara optimal.
Kenyamanan Ruang Kelas: Kuota maksimal ditetapkan 30 santri per kelas untuk memastikan suasana belajar-mengajar interaktif dan menyenangkan.

Kedua, Fasilitas Pembelajaran Modern: menyiapkan akomodasi one student, one laptop (satu anak satu laptop) guna menunjang pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.

Ketiga, Laboratorium & Peralatan Elektronik Terstandar: menjamin rasio peralatan laboratorium 1:10 serta support perangkat penunjang produktivitas modern seperti kamera fotografi, Smart TV, dan papan digital dengan memperhitungkan rasio ideal antara santri, guru, dan peralatan.

Lebih lanjut, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis menekankan bahwa pemenuhan akomodasi dan tata kelola pendidikan nan berkeadilan di IBS PKMKK merupakan bentuk konkret dari manifestasi nilai-nilai kenabian (sifat ma’sum Rasulullah) dalam bumi pendidikan modern.

Menurutnya, proses pendidikan Islam tidak sebatas mengasah ketajaman intelektual, melainkan juga membina karakter, kepribadian spiritual, serta kesadaran tanggung jawab sosial santri.

“Ketika seorang pembimbing mengajar dengan amanah, dia sedang menghidupkan nilai kenabian. Ketika seorang santri menulis dengan jujur, dia sedang menghidupkan sifat Siddiq. Ketika seorang pemimpin menggunakan kewenangannya untuk kepentingan masyarakat, dia sedang menghadirkan Amanah. Ketika seorang intelektual menyampaikan pengetahuan dengan santun dan bertanggung jawab, dia sedang menghadirkan Tabligh. Dan ketika generasi muda mengembangkan teknologi untuk pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta kemajuan masyarakat, dia sedang menghidupkan Fatonah,” tutur Prof. Muhlis penuh khidmat.

Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam itu juga merefleksikan pentingnya 4 sifat kenabian tersebut dalam konteks menjaga kemerdekaan bangsa Indonesia:

Pertama, Siddiq (Kejujuran): Kemerdekaan memerlukan kejujuran agar fondasi pembangunan bangsa berdiri di atas kebenaran.

Kedua, Amanah (Tanggung Jawab): Kemerdekaan memerlukan amanah agar kekuasaan serta sumber daya alam dan manusia dikelola secara bertanggung jawab demi kemaslahatan bersama.

Ketiga, Tabligh (Menyampaikan Kebaikan): Kemerdekaan memerlukan tabligh agar ruang komunikasi kebangsaan senantiasa diwarnai keadaban, keharmonisan, dan kebijaksanaan.

Keempat, Fatonah (Kecerdasan & Inovasi): Kemerdekaan memerlukan fatonah agar generasi muda bisa melahirkan inovasi, memperdalam pengetahuan pengetahuan, dan menguasai teknologi modern.

“Bangsa nan merdeka adalah bangsa nan bisa menjadikan kemerdekaan sebagai ruang luas untuk menghadirkan kemaslahatan. Di sinilah pendidikan Islam memegang posisi nan sangat strategis,” pungkas Direktur Utama PKMKK tersebut.

Melalui perpaduan antara manajemen akomodasi nan setara serta penanaman karakter berbasis nilai kenabian, IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning Pamekasan terus berkomitmen mencetak generasi santri nan tidak hanya unggul secara digital dan akademis, tetapi juga beradab mulia dan berbudi pekerti nasionalis. (*)

Selengkapnya