Komisi IV DPRD Bangkalan Dorong Disbudpar Genjot Potensi Wisata demi Tingkatkan PAD

2 jam yang lalu 1

F-Rokib

KM/Fik

RETRIBUSI WISATA: Tampak Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan saat menggelar pertemuan di Ruang Rapat Komisi IV.

KABAR MADURA | Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar lebih inovatif dalam mengelola potensi wisata wilayah guna meningkatkan pendapatan original wilayah (PAD).

Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan, Rokib, mengatakan, sektor pariwisata tetap mempunyai kesempatan besar untuk dikembangkan. Pemerintah wilayah perlu memaksimalkan beragam lokasi wisata nan ada, baik melalui pengelolaan berdikari maupun kerja sama dengan pihak lain.

Madura FM

“Memang itu menjadi perhatian. Evaluasi kudu terus dilakukan agar PAD mempunyai sumber-sumber baru, termasuk dari sektor pariwisata,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Saat ini, PAD nan dikelola Disbudpar tetap bertumpu pada sejumlah aset, seperti penyewaan Lapangan Karapan Sapi R.P. Moch. Noer, Gedung Merdeka, dan Museum Cakraningrat. Menurut Rokib, sumber pendapatan itu perlu diperluas dengan mengoptimalkan potensi lokasi wisata lain nan dimiliki Kabupaten Bangkalan.

Dia menilai pengembangan sektor pariwisata memerlukan support anggaran, terutama untuk penambahan akomodasi nan bisa meningkatkan kenyamanan sekaligus daya tarik bagi para pengunjung.

Meski demikian, Rokib mengakui kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengembangan destinasi wisata, khususnya pada tahun ini.

“Kalau memang mau dikembangkan tentu kudu ada penambahan akomodasi dan pembenahan sehingga lokasi wisata semakin menarik untuk dikunjungi, meski keadaan anggaran saat ini terdampak efisiensi,” ungkapnya.

Selain pengembangan destinasi, Rokib mengungkapkan, DPRD juga pernah membahas rencana penyesuaian tarif retribusi pada sejumlah aset daerah, termasuk Lapangan Karapan Sapi. Tarif nan bertindak saat ini sudah cukup lama tidak mengalami perubahan sehingga perlu dikaji kembali.

“Untuk beberapa tarif memang pernah dibahas agar dilakukan revisi terhadap perda sehingga tarif nan sudah lama bisa disesuaikan,” jelasnya.

Kata Rokib, peningkatan PAD tidak hanya berjuntai pada penyesuaian tarif retribusi. nan tidak kalah krusial adalah keahlian pemerintah menghadirkan penemuan agar jumlah kunjungan visitor terus meningkat.

Oleh karena itu, dia berambisi Disbudpar terus menghadirkan beragam terobosan dalam pengelolaan destinasi wisata, mulai dari penyelenggaraan event, peningkatan fasilitas, hingga promosi nan lebih masif.

“Saya selalu mendorong agar terus berinovasi. Bagaimana akomodasi nan ada dimaksimalkan dan gimana caranya menarik lebih banyak visitor datang ke Bangkalan. Kalau kunjungan meningkat, tentu PAD juga bakal ikut meningkat,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya