Kisah Musrifah Bangkalan, IRT yang Raup Jutaan Rupiah dari Usaha Karangan Bunga

8 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Kreativitas dan keberanian membaca kesempatan membawa Musrifah, seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, mengembangkan upaya karangan kembang nan sekarang bisa menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulan.

Melalui upaya Zakia Florist, Musrifah membuktikan bahwa upaya imajinatif tidak selalu kudu dimulai dengan modal besar. Usaha itu berasal dari upaya dekorasi. Namun, Pandemi Covid-19 membikin pekerjaan hiasan menurun, sehingga Musrifah mulai mencari kesempatan baru nan tetap berada di bagian kreatif.

“Awal 2020 mulai upaya dekorasi. Karena Covid, job mulai berkurang. Saya kemudian mencari buahpikiran lain, tetapi tetap di upaya kreatif. Tahun 2021 mencoba karangan bunga,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Keputusan itu perlahan membuahkan hasil. Pesanan karangan kembang mulai berdatangan, terutama untuk kebutuhan grand opening rumah makan. Pada masa pandemi, permintaan papan kembang ucapan duka juga ikut meningkat.

Seiring perkembangan usaha, produk Zakia Florist pun semakin beragam. Musrifah tidak hanya menyediakan papan bunga, tetapi juga mengembangkan beragam produk, mulai dari kembang bibit hingga kembang meja.

Madura FM

Menurutnya, kekuatan utama usahanya bukan hanya terletak pada produk, tetapi juga pelayanan kepada pelanggan. Kecepatan merespons permintaan dan memastikan pesanan selesai tepat waktu menjadi bagian krusial dalam mempertahankan kepercayaan konsumen.

“Kami mengutamakan kualitas pelayanan nan cepat, responsif, dan kepuasan pelanggan. Setelah pembelian, kami juga memberikan ucapan terima kasih kepada pelanggan,” tuturnya.

Strategi itu dilakukan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Musrifah berharap, pengguna tidak hanya melakukan pembelian sekali, tetapi kembali menggunakan jasanya sekaligus merekomendasikan Zakia Florist kepada orang-orang di sekitarnya.

Di tengah persaingan upaya nan semakin ketat, pemasaran digital menjadi salah satu strategi krusial bagi Zakia Florist. Musrifah mengaku, promosi melalui WA Status dan Google Bisnis justru menjadi sumber pengguna nan cukup besar. Selain itu, Zakia Florist juga memanfaatkan IG dan TikTok.

“Pengaruhnya besar, apalagi melalui WA Status dan Google Bisnis. nan paling banyak merekomendasikan pengguna sebenarnya dari Google Bisnis dan WA Status,” jelasnya.

Model upaya karangan kembang nan berbasis pesanan membikin omzet Zakia Florist tidak selalu sama setiap bulan. Namun, dalam kondisi normal, upaya nan bertempat tinggal di Perum Griya Utama, Gang Flamboyan 1 Blok Q 09-10 itu bisa menghasilkan omzet sekitar Rp5 juta hingga Rp9 juta per bulan.

Bahkan, ketika memasuki momentum tertentu alias ada event besar, omzet harian upaya itu bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta lantaran tingginya jumlah pesanan.

“Kalau sedang ramai, misalnya ada event, pemesanan bisa banyak. Sehari bisa mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta,” ungkapnya.

Meski mempunyai kesempatan ekonomi nan menjanjikan, upaya karangan kembang juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah semakin banyaknya pesaing nan membikin persaingan semakin ketat.

Selain itu, jarak pengiriman juga menjadi persoalan tersendiri lantaran berpengaruh terhadap biaya ongkos kirim. Tidak jarang pengguna berasal dari luar wilayah dan belum mengetahui kondisi medan maupun jarak pengiriman.

“Kalau jauh, ada ongkir. Kami kudu menjelaskan kepada customer gimana kondisi medan dan tujuan pengirimannya,” jelasnya.

Tantangan lain muncul akibat kebijakan efisiensi nan diterapkan sejumlah kantor, dinas maupun lembaga. Menurut Musrifah, pengurangan pembelian karangan kembang dari lembaga turut berakibat terhadap volume penjualan belakangan ini.

Kondisi tersebut membikin pelaku UMKM dituntut semakin imajinatif agar bisa mempertahankan pasar. Musrifah berharap, Zakia Florist ke depan dapat terus menghadirkan penemuan dan tidak berakhir beradaptasi dengan perubahan kebutuhan konsumen.

Dia juga mendorong masyarakat, khususnya calon pelaku UMKM, untuk berani memulai usaha.

“Harapannya upaya ini bisa semakin imajinatif dan inovatif. Kalau mau membuka usaha, memang kudu berani dan nekat untuk memulainya,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya