BANGKALAN, koranmadura.com – Aktivis senior di Bangkalan menyebut keahlian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sebagai nan paling jelek sepanjang sejarah penegakan norma di wilayah tersebut.
Aktivis senior, Mathur Husyairi, mengatakan kehadiran masyarakat dalam tindakan tersebut bermaksud memberikan rapor merah kepada Kejari Bangkalan, terutama mengenai penanganan beragam kasus norma di Bangkalan.
“Kita sudah muak dipertunjukkan drama penegakan norma nan ditunjukkan di Polri dan Kejagung,” katanya, Rabu, 22 Juli 2026.
Tidak hanya itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkalan, Noer Adi, nan bakal segera memasuki masa pensiun, disebut sebagai Kajari paling jelek di Bangkalan. Menurutnya, selama menjabat sebagai Kajari, tidak ada kasus besar nan sukses diungkap dan justru banyak perkara nan diselesaikan di kembali meja.
“Banyak kasus nan pelapornya saya sendiri dan teman-teman, sampai saat ini tidak jelas perkembangannya, apalagi ada oknum nan menyelesaikannya di kembali meja,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bangkalan, M. Nizar, mengapresiasi tindakan demonstrasi nan dilakukan masyarakat. Menurutnya, demonstrasi merupakan corak kritik terhadap Kejari Bangkalan nan bakal menjadi bahan pertimbangan sesuai info nan disampaikan.
“Kami apresiasi demonya, apa pun bingkisan alias rapor nan diberikan bakal menjadi pertimbangan bagi lembaga kami agar lebih baik lagi,” singkatnya. (MAHMUD/DIK)

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·