PWI Bangkalan Ajak Wartawan Boikot Permintaan Maaf Hotman Paris

2 jam yang lalu 1

BANGKALAN, koranmadura.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangkalan membujuk para wartawan memboikot permintaan maaf Hotman Paris nan beredar melalui video di media sosial.

Ketua PWI Bangkalan, Mahmud Ismail, menilai permintaan maaf tersebut tidak disampaikan melalui sistem nan semestinya. Video itu direkam dan disebarluaskan oleh pihak Hotman, bukan melalui media arus utama.

“Permintaan maaf itu dibuat melalui video oleh orang-orangnya sendiri, bukan disampaikan melalui media mainstream,” kata Mahmud, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Mahmud, andaikan mau meminta maaf kepada insan pers, Hotman semestinya menggelar konvensi pers secara resmi. Cara tersebut dinilai lebih menghormati pekerjaan wartawan.

“Seharusnya Hotman menyampaikan permintaan maaf melalui bertemu pers resmi, bukan membikin video sendiri lampau dikirim ke wartawan,” ujarnya.

Mahmud menegaskan, penyampaian permintaan maaf melalui video tidak mencerminkan etika komunikasi kepada media. Karena itu, PWI Bangkalan mengimbau wartawan agar tidak memuat video tersebut sebagai berita.

“Menurut saya, tindakan permohonan maaf Hotman tidak etis. Jadi, kami membujuk wartawan agar permintaan maaf itu tidak perlu ditulis di media mainstream,” tegasnya.

Kasus ini bermulai saat Hotman Paris diduga melontarkan ucapan nan tidak layak kepada wartawan nan mewawancarainya usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Video peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial.

Insiden itu memicu kecaman dari beragam organisasi pers di Indonesia. Pengurus PWI kemudian melaporkan dugaan intimidasi tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai ketentuan norma nan berlaku. (RED/DIK)

Selengkapnya