KABAR MADURA | Dampak musim tandus tahun ini mulai dirasakan penduduk di sejumlah wilayah Kabupaten Bangkalan. Selain kesulitan mendapatkan air bersih, kondisi kering juga berakibat terhadap kesiapan pakan ternak.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Zainul Qomar, mengatakan, lama tandus tahun ini diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Informasi nan kami terima memang lama tandus lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, tandus tahun ini juga condong lebih kering. Bahkan, puncak kekeringan diperkirakan berjalan pada Juli hingga September.
Salah seorang penduduk Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Nasrullah, menuturkan, kebutuhan air bersih sehari-hari sekarang kudu dipenuhi dengan membeli air dari truk tangki.
Dia menyebut, untuk satu tangki berkapasitas 8.000 liter, penduduk kudu merogoh kocek hingga Rp260 ribu.
“Biasanya penduduk membeli melalui truk tangki,” ungkapnya.
Nasrullah mengaku hingga saat ini sudah tiga kali membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu dilakukan lantaran kesiapan sumber air di wilayahnya terbatas.
Warga nan memilih mengambil air dari sumur juga kudu rela mengantre lantaran jumlah sumber air nan tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
“Di sini sumber air sedikit, jadi jika mengambil di sumur kudu antre,” jelasnya.
Tidak hanya air bersih, tandus panjang juga membikin penduduk kesulitan mendapatkan pakan ternak. Rumput nan menjadi salah satu sumber pakan ternak susah ditemukan lantaran kondisi tanah nan kering membikin pertumbuhannya tidak lagi subur.
“Pastinya iya, lantaran saat musim tandus pakan susah didapatkan lantaran kering dan rumput tidak tumbuh subur lagi,” imbuhnya.
Kondisi itu membikin penduduk cemas jika tandus berjalan hingga akhir tahun. Sebab, penduduk kudu menghadapi dua persoalan sekaligus, ialah semakin susah mendapatkan pakan ternak dan meningkatnya pengeluaran untuk membeli air bersih.
“Rasa cemas itu pasti ada, apalagi jika sampai akhir tahun tentu semakin susah untuk dapat pakan ternak dan biaya beli air lewat tangki cukup mahal,” pungkasnya. (fik/zul)

7 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·