Kantor Kecamatan Masalembu Roboh, Warga Pertanyakan Pengawasan dan Anggaran Pemeliharaan Bangunan

2 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | Robohnya Kantor Kecamatan Masalembu, Sumenep, Kamis (29/10/2026), sekitar pukul 10.30 WIB, menyisakan persoalan serius di kembali buruknya kondisi akomodasi pemerintahan di wilayah kepulauan. 

Tidak hanya soal gedung nan diduga lapuk dimakan usia, keberadaan dan tanggung jawab pejabat kecamatan dalam memastikan kondisi instansi tetap layak juga menjadi sorotan. 

Peristiwa nan terjadi sehari sebelum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep itu menjadi tamparan bagi pelayanan publik. Kantor nan semestinya menjadi pusat manajemen pemerintahan dan pelayanan masyarakat justru roboh, memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana pengawasan dan pemeliharaan aset wilayah dilakukan. 

Sorotan semakin menguat menyusul dugaan camat Masalembu tidak berada di kantor. Jika dugaan tersebut benar, publik berkuasa mempertanyakan gimana pengawasan terhadap kondisi gedung dan penyelenggaraan pelayanan pemerintahan dijalankan. 

Namun, persoalan ketidakhadiran pejabat dan robohnya gedung merupakan dua perihal nan perlu diperiksa secara terpisah. Kepastian mengenai keberadaan camat saat kejadian, termasuk argumen ketidakhadirannya andaikan terbukti, tetap memerlukan penjelasan resmi. 

Seorang penduduk Masalembu menduga robohnya gedung bukan disebabkan cuaca ekstrem, melainkan kondisi bentuk gedung nan sudah termakan usia. 

“Robohnya instansi Kecamatan Masalembu bukan aspek cuaca, tapi lantaran termakan usia. Pertanyaannya, apa nan dikerjakan mantan Camat Auzai (camat Masalembu) ke mana anggaran rehab selama ini,” ungkap penduduk tersebut. 

Pernyataan itu mengarah pada persoalan nan lebih mendasar, ialah riwayat pemeliharaan dan rehabilitasi gedung selama bertahun-tahun. Apabila kerusakan telah berjalan lama, pemerintah perlu menjelaskan apakah pernah dilakukan pemeriksaan kondisi bangunan, perawatan berkala, maupun pengajuan anggaran perbaikan. 

Sorotan penduduk juga mengarah kepada mantan Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman, serta camat definitif saat ini, Ainul Yakin. Sebelum menjabat camat, Ainul Yakin diketahui pernah bekerja sebagai Sekretaris Kecamatan Masalembu. 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesinambungan pengawasan aset instansi kecamatan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya. 

“Kalau masuk instansi mestinya kan tahu kondisi instansi itu sudah memprihatinkan,” ujarnya. (ara/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0