Kadisdik Sumenep Dorong Guru Manfaatkan Budaya Keris sebagai Media Pembelajaran Matematika

4 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Moh. Iksan, mengapresiasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) nan menggagas pendampingan bagi pembimbing sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis budaya keris dan literasi ekologi.

Menurutnya, penemuan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah wilayah dalam menghadirkan pendidikan nan kontekstual, berkarakter, dan berakar pada kearifan lokal.

Hal itu disampaikan Moh. Iksan saat menjadi keynote speaker pada aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul Pendampingan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi untuk Meningkatkan Kecerdasan Logis Matematis Siswa SD di Kabupaten Sumenep, nan digelar di salah satu hotel di Kota Sumenep, Minggu (19/7/2026).

Menurut Iksan, keris tidak hanya mempunyai nilai historis dan filosofis, tetapi juga menyimpan unsur matematis nan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Pendekatan tersebut dinilai bisa membikin proses belajar lebih dekat dengan kehidupan siswa sehingga konsep matematika lebih mudah dipahami.

“Potensi lokal seperti keris sangat kaya bakal nilai filosofis, historis, apalagi matematis. Ini menjadi kesempatan bagi pembimbing untuk menghadirkan pembelajaran nan kontekstual dan bermakna. Anak-anak belajar dari sesuatu nan mereka kenal sehingga pemahaman terhadap konsep logis-matematis menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” paparnya.

Madura FM

Selain mengangkat budaya lokal, Iksan menilai literasi ekologi juga krusial ditanamkan sejak awal sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia berambisi para pembimbing bisa mengintegrasikan pembelajaran dengan lingkungan sekitar sehingga siswa mempunyai kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Kami tidak mau pendidikan hanya berorientasi pada capaian akademik. Karakter, kecintaan terhadap budaya sendiri, dan kepedulian terhadap lingkungan kudu tumbuh secara bersamaan. Karena itu kami mengapresiasi UNESA nan memilih Sumenep sebagai letak pengabdian dengan menghadirkan penemuan nan sejalan dengan visi pendidikan daerah,” jelasnya.

Kegiatan nan bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) 01 Kecamatan Kota Sumenep tersebut diikuti 20 pembimbing sekolah dasar. Tim PKM UNESA nan dipimpin Prof. Dr. Wiryanto, M.Si., memberikan pendampingan kepada peserta dalam penyusunan modul ajar berbasis budaya keris dan literasi ekologi.

Kegiatan itu juga menghadirkan narasumber, K.M. Musthafa, M.A., H. Ibnu Hajar, serta Ike Yuli Mestika Dewi.

Iksan berambisi kerjasama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi pembimbing dapat terus diperluas agar semakin banyak pendidik memperoleh kesempatan mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis potensi daerah.

“Melalui pembelajaran nan dekat dengan kehidupan siswa, kita tidak hanya mencerdaskan generasi muda, tetapi juga menjaga dan melestarikan identitas budaya Sumenep. Inilah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” pungkasnya. (km97/ong)

Selengkapnya