Jelang Super League, Akses dan Drainase SGMRP Pamekasan Masih Jadi Catatan

2 jam yang lalu 3
SGMRP(KM/DEWA PRAMUDYA HERDYANSYAH) PENILAIAN ULANG: Tim asessment Ditpamobvit Polda Jatim saat melakukan re-risk asessment di SGMRP Pamekasan, Selasa (18/8/2026).

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan tetap mempunyai sejumlah pekerjaan rumah dalam aspek sarana dan prasarana menjelang bergulirnya kejuaraan Super League 2026/2027.

Hal itu terungkap dari hasil Scoring Re-Risk Assessment Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) nan menempatkan SGMRP pada nomor 69,12 persen alias skala ‘Cukup’. Dari sejumlah aspek nan dinilai, prasarana menjadi salah satu bagian nan tetap memerlukan perhatian dengan capaian 13,42 persen.

Sejumlah akomodasi pendukung menjadi catatan dalam penilaian tersebut. Salah satunya berangkaian dengan akses keluar-masuk stadion nan hingga sekarang belum seluruhnya dapat difungsikan.

Ketua Local Organizing Committee (LOC) Madura United, Moh. Alwi, melalui Safety Security Officer (SSO), Sapto Wahyono, mengatakan, saat ini akses nan bisa digunakan tetap terbatas pada satu pintu. Sementara beberapa pintu lainnya belum dapat difungsikan secara optimal.

Tidak hanya akses, kondisi drainase di area stadion juga menjadi perhatian. Persoalan tersebut dinilai perlu segera dibenahi lantaran sejumlah titik di SGMRP sempat tergenang ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Meski demikian, Sapto menyebut, hasil asesmen ulang musim ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim sebelumnya, skor penilaian berada di nomor 60 persen.

Alhamdulillah ada peningkatan 9 digit dari tahun sebelumnya. Artinya, kami berterima kasih kepada Pemkab telah melakukan perubahan nan signifikan. Mudah-mudahan tahun depan semakin komplit lagi” jelas Sapto, Selasa (18/8/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan pun memastikan sejumlah catatan tersebut telah menjadi perhatian. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Akmalul Firdaus, menegaskan, pihaknya telah mencatat kebutuhan perbaikan nan diperlukan di SGMRP.

Menurutnya, pembenahan tidak dapat dilakukan sekaligus lantaran kudu disesuaikan dengan keahlian anggaran pemerintah daerah. Perbaikan terhadap akomodasi nan sifatnya mini telah dilakukan, sementara kebutuhan lainnya bakal dikerjakan secara bertahap.

“Untuk perbaikan mini sudah dilakukan. Secara berjenjang kelak bakal kami benahi juga nan lain-lain. Tentunya menyesuaikan dengan keahlian anggaran nan ada,” tegasnya. (nur/zul)

Prof AQ

Selengkapnya