Rektor UIM, Dr. Ahmad (paling kiri) menyaksikan penandatanganan kemitraan dengan Universitas Islam Madura (UIM) dalam Program Desa Binaan Berkelanjutan. (KLIKMADURA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 18 pemerintah desa resmi menjalin kemitraan dengan Universitas Islam Madura (UIM) dalam Program Desa Binaan Berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi upaya kampus untuk memperkuat penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bagian pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UIM, Dr. H. Ahmad, mengatakan bahwa kemitraan dengan 18 pemerintah desa itu merupakan corak komitmen kampus agar pengetahuan pengetahuan dan hasil penelitian tidak berakhir di lingkungan akademik, melainkan betul-betul memberikan faedah bagi masyarakat.
“Program Desa Binaan Berkelanjutan ini kami rancang sebagai corak pengabdian nan berkesinambungan. Kampus tidak hanya datang untuk melakukan aktivitas sesaat, tetapi menjadi mitra desa dalam menggali potensi, menyelesaikan persoalan, dan mendorong pembangunan nan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, desa mempunyai potensi besar nan perlu didukung melalui pendampingan akademik. Dengan begitu, UIM bakal melibatkan dosen, mahasiswa, serta beragam disiplin pengetahuan agar program nan dijalankan sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa.
“Kami berambisi kerjasama ini bisa melahirkan penemuan nan aplikatif dan berakibat nyata. Sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa kudu menjadi kekuatan dalam menciptakan masyarakat nan lebih mandiri, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.
Ahmad mengasakan bahwa keberhasilan program tersebut bakal diukur dari akibat nan dirasakan masyarakat, bukan sekadar jumlah program kerja nan terlaksana.
“Harapan kami, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan desa berbasis potensi lokal. UIM siap menjadi mitra pemerintah desa untuk menghadirkan solusi dan penemuan nan berkepanjangan demi kemajuan masyarakat,” tandasnya. (ibl/nda).

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·