Insentif Guru Nonsertifikasi Sumenep Meleset dari Target, 5.100 Penerima Masih Menunggu

5 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Penyaluran insentif pembimbing bagi sekitar 5.100 pembimbing nonsertifikasi di Sumenep kembali menjadi sorotan. Program nan sebelumnya ditargetkan rampung pada Agustus 2026 tersebut hingga sekarang belum sepenuhnya terealisasi.

Melesetnya sasaran pencairan itu mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Sumenep. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep didesak tidak kembali menunda penyaluran insentif nan menjadi salah satu corak perhatian pemerintah wilayah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. 

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, K. Sami’oeddin, mengatakan pihaknya sejak awal mendorong agar proses manajemen dipercepat sehingga para pembimbing dapat segera menerima haknya. 

“Insentif ini adalah kewenangan para pembimbing nonsertifikasi nan telah mengabdikan diri mencerdaskan generasi bangsa. Karena itu, kami meminta Disdik segera merealisasikan penyalurannya dan jangan sampai terjadi keterlambatan,” tegas K. Sami’oeddin. 

Menurutnya, sasaran pencairan pada Agustus semestinya menjadi komitmen nan dapat direalisasikan. Terlebih, pembimbing nonsertifikasi selama ini mempunyai peran krusial dalam menopang aktivitas belajar mengajar di sekolah. 

Komisi IV DPRD Sumenep meminta Disdik segera menjelaskan hambatan nan menyebabkan sasaran pencairan meleset. Jangan sampai persoalan administratif justru membikin pembimbing kembali kudu menunggu tanpa kepastian. 

“Kami berambisi Disdik memberikan kepastian kapan insentif tersebut betul-betul dapat dicairkan. Jangan sampai sasaran kembali mundur dan pembimbing kudu menunggu lebih lama,” ujarnya. 

Sorotan tersebut semakin krusial lantaran insentif menyasar sekitar 5.100 pembimbing nonsertifikasi, baik nan berada di bawah naungan Disdik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep.

Bagi para pembimbing honorer, pencairan insentif tersebut bukan sekadar program pemerintah, tetapi menjadi tambahan pendapatan nan sangat berfaedah untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. 

Salah satu pembimbing honorer di Sumenep, Khatibi, berambisi pemerintah segera merealisasikan program tersebut. Dia mengaku para pembimbing tentu menantikan pencairan insentif lantaran sebelumnya sudah ada sasaran penyelesaian pada Agustus. 

“Kami berambisi insentif itu segera cair. Kalau memang sebelumnya ditargetkan Agustus, tentu kami berambisi jangan sampai menunggu terlalu lama lagi,” kata Khatibi. 

Menurut Khatibi, para pembimbing honorer tetap berupaya menjalankan tugas mengajar dengan baik meski kesejahteraan nan diterima tetap terbatas. Karena itu, kepastian pencairan insentif sangat diharapkan oleh para penerima. 

“Kami hanya berambisi ada kepastian. Kalau memang prosesnya tetap berjalan, mudah-mudahan segera selesai dan kewenangan pembimbing bisa segera diterima,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep, Muhammad Iksan, sebelumnya memastikan proses penyaluran insentif terus dipercepat. Pihaknya menargetkan seluruh tahapan manajemen dan pencairan dapat diselesaikan sesuai rencana. 

“Program ini merupakan corak komitmen pemerintah wilayah terhadap kesejahteraan pembimbing nonsertifikasi. Saat ini seluruh proses terus kami percepat agar penyaluran dapat selesai sesuai target,” kata Iksan. 

Namun, hingga sasaran Agustus terlewati, pencairan tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

“Proses mas, saya minta minggu ini sudah bisa masuk ke rekening penerima,” paparnya. (ara/waw)

Selengkapnya