Heboh, Dokter Rumas Sakit Swasta Pamekasan Tercancam Dipolisikan

6 hari yang lalu 7

JNN

ARENAMADURA.COM, HUKUM – Penanganan medis terhadap pasien kista berinisial S (30), penduduk Desa Rekkerrek, Kecamatan Proppo, di Rumah Sakit Larasati Pamekasan, sekarang terancam berujung ke meja hijau. Keluarga pasien nan didampingi LSM LIRA setempat berencana melaporkan oknum master nan menangani kasus ini atas dugaan malapraktik.

Ketua LIRA Pamekasan, Slamet Riyadi, menceritakan kronologinya. Awalnya, pasien didiagnosis terkena kista nan cukup parah di RSUD Smart Pamekasan dan disarankan buat dirujuk ke Surabaya.

“Namun, pihak family memilih melakukan pemeriksaan tambahan ke tempat praktik berdikari master berinisial T,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Nah, dari pemeriksaan di tempat praktik dr. T itulah masalah mulai muncul. Dokter tersebut diduga meyakinkan family jika penyakit pasien bisa diangkat lewat operasi hari itu juga di RS Larasati.

“Pihak family nan berambisi kesembuhan akhirnya menyetujui tindakan tersebut,” ungkapnya kepada awak media.

Sayangnya, angan family buyar. Slamet Riyadi bilang, tindakan bedah nan dilakukan rupanya diduga nggak menyelesaikan masalah.

“Perut pasien sudah dibedah, namun kemudian dijahit kembali tanpa ada pengangkatan penyakit,” terangnya.

Sang master berdasar jika pengangkatan kista batal lantaran posisinya menempel pada batu empedu. Pasien sempat dipulangkan, tapi akhirnya dirujuk ke Surabaya setelah ada dorongan dari pihak LIRA.

“Kalau memang penyakitnya tidak bisa diangkat sejak awal, mestinya master tidak memaksakan tindakan bedah. Ini sangat berisiko bagi keselamatan pasien,” tegas Slamet Riyadi.

Saat ini, pasien sedang menjalani perawatan intensif di RS Unair Surabaya. Keluarga dan LIRA berkeinginan buat menuntut keadilan.

“Demi menuntut keadilan dan pertanggungjawaban, kami bakal membawa kasus ini ke ranah norma melalui Polres Pamekasan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Hingga buletin ini diturunkan, pihak media tetap berupaya menghubungi dr. T buat minta klarifikasi. Upaya konfirmasi juga udah dilakukan ke Direktur RS Larasati Pamekasan, Khairul Umam, tapi sambungan teleponnya belum ada respon sampai sekarang.

Editor: Redaksi

Post navigation

Selengkapnya